Jumat, 24 Oktober 2014

ERAGON #1 BUKU WARISAN




Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Sendra B. Tanuwidjaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Keenam, Januari 2006
Jumlah Halaman : 568 Halaman
ISBN : 979-22-0862-3


Aku berfikir dan mendalam selama beberapa hari terakhir, dan kusadari apa artinya menjadi naga dan penunggang : sudah menjadi takdir kita untuk mecoba yang mustahil, untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar tanpa memedulikan rasa takut. itulah tanggung jawab kita kepada masa depan.

Suatu hari Eragon, anak petani miskin berusia lima belas tahun, menemukan "batu" berawarna biru yang indah. Ternyata batu itu telur naga! Ditemani Brom si pendongeng tua dan naga yang dinamainya Saphira, Eragon belajar berbagai hal mengenai sejarah dan naga. Brom juga mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pdang karena ternyata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Klan ini punah karena ditumpas Raja Galbatorix yang kejam.

Berbekal ilmu dari Brom, Eragon bertekad membangun kembali klan Penunggang Naga, meskipun itu berarti ia harus menghadapi berbagai makhluk ajaib seperti elf, kurcaci, Urgal, Ra'zac, dan Shade, yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi daripada dirinya.

***

Siapa sangka seorang anak petani miskin bernama Eragon akan menjadi penentu akan alur nasib yang sangat besar. Menjadi rebutan berbagai kaum. Hal ini dimulai ketika Eragon menemukan telur naga dipegunungan Spine, dan ternyata telur naga itu adalah salah satu telur naga Raja Galbatorix yang di curi. Hal ini membuat Raja Galbatorix memerintahkan Ra'zac untuk mencari telur naga itu. Ternyata nasib buruk menimpa keluarga Eragon, Garrow, ayah angkat Eragon dibunuh oleh Raz'ac saat mereka datang ke rumahnya, Sloan yang memberitahu mereka, bahwa Eragon memiliki telur naga itu. 

Eragon mulai bersahabat dengan Brom, si pendongen tua karena Brom banyak mengetahui tentang naga dan sihir. Eragon, Brom, dan Saphira Naga Eragon berpetualang mencari Raz'ac untuk membalaskan dendam ayah angkatnya, Garrow. Dalam perjalanannya, Eragon melihat berbagai macam hal. Ketika Eragon tiba disuatu desa dan ia tiba-tiba disuguhi pemandangan yang tidak nyaman. Ia melihat tumpukan mayat ditengah-tengah desa itu, mereka dibantai dengan beringas oleh para Urgal. 

Saat di Teirm, Eragon bertemu dengan seorang penyihir, Angela namnaya. Ia meramal masa depan Eragon. Penyihir itu meramalkan, bahwa akan ada kematian yang menunggu di depannya, ternyata kematian itu adalah Brom. Angela juga mengatakan, bahwa di masa depan Eragon akan bergelut dalam romantisme cinta yang legendaris, dengan seseorang dari kalangan bangsawan. 

Setelah Brom meninggal, Eragon melanjutkan petualangannya bersama Murtagh. Pada saat mereka dalam perjlanan ke Gil'ed untuk bertemu dengan dormnad, mereka dikepung oleh sekawanan Urgal dan ternyata itu adalah jebakan, taktik untuk menangkap Eragon. Eragon di tahan di Gil'ed dan ia bertemu dengan wanita yang sering hadir di mimpinya. Wanita itu adalah Elf.

***

Novel berjudul Eragon ini sangat fantastis, menarik, dan membawa kita kedalam imajinatif terdalam diri kita. Novel berjudul Eragon ini menggambarkan ikatan batin antara seekor naga dan seorang manusia. Crishopher seolah-olah ingin menjabarkan dan menjelaskan kepada kita bahwa naga bukanlah hewan yang semata-mata dikenal buas dan beringas, tapi naga juga bisa menjadi hewan yang bijak, setia dan penuh kearifan, seperti yang digambarkan dalam sosok Saphira. 

Novel ini mengajak kita untuk menerawang lebih jauh dan menimbulkan berbagai tanda tanya yang akan terus menguras otak kita. Apalagi pada part, saat sang penyhir, Angela meramalkan masa depan Eragon, dan mengatakan bahwa ibu Eragon pernah diramal juga oleh Angela. Ramalan angela menimbulkan pertanyaan dibenak kita, "apa nasib yang menunggu Eragon?","siapa gadis yang akan terlibat asmara dengan Eragon?","apakah mereka akan menikah dan punya anak?","kenapa eragon harus meninggalkan alegasia?","siapa orang tau kandung eragon?","mengapa ia diesarkan oleh garrow?" pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan muncul dibenak kalian ketika membaca Novel yang sangat mengagumkan ini.

Cristopher Paolini dalam mendeksripsikan tempat sangat detail, sehingga kita (pembaca) tidak terlalu sulit membayangkan tempat itu. Cristopher seolah-olah menggambarkan tempat itu ada dan nyata, dengan berbagai deksripsi tentang makhluk, suasana, topologi bahkan jarak,  Cristopher sangat merinci. Novel ini tidak membuat kita meng-awang-awang tentang suatu tempat dalam ceritra ini, ia seperti meng-absolutkan latar tempat novel ini dalam otak kita. 

Cover Novel Eragon ini juga sangat menggertak, menurut saya. membangkitkan minat orang-orang yang melihat untuk membaca. Sekilas jika dilihat, novel ini mungkin akan mengisahkan petualangan seorang naga, dan naga itu adalah Eragon. Tetapi para pembaca ditipu oleh covernya, taktik yang bagus menurut saya. hahahaha.. good idea Cristopher <(^_^)>. Tidak ada yang kurang dari covernya, warna biru sebagai dasar, kemudian di tampilakn gambar naga bersisik biru, simple tapi menarik.

<(^_^)> yuoo.. guys,, sekali lagi Novel Eragon ini dapat menghibur saya dan merefleksikan sedikit otak disela-sela kuliah yang sangat padat. this is recomended for you guys, let's read this... c'mon,

Selasa, 21 Oktober 2014

AERIE #3 THE FALLEN SERIES




Penulis : Thomas E. Sniegoski
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penyunting : Dhewiberta
Pemeriksa Aksara : Isnaeny, Intan Ren
Perancang Sampul : Tyo
Penata Aksara : Beni
Penerbit : Mizan Fantasi
Cetakan : Pertama, Oktober 2011
Jumlah Halaman : 355 halaman
ISBN : 978-979-433-641-0


" ...Tersembunyi dari mata dunia, tempat itu sarat harapan dan perlindungan"

".. Apakah kau ingat seperti apa rasanya sebelum perang, sebelum kau mendengarkan bujukan memabukkan dari Bintang Fajar? Ingatkah kau, Alastor?"

Ribuan tahun duburu oleh Verchiel dan kelompoknya, para malaikat terbuang memiliki sebuah perlindungan yang tersembunyi. Aerie. Tak seorang pun tahu di mana letak tempat misterius itu, surga di bumi bagi oara malaikat terbuang dan keturunannya, atau yang disebut Nephilim.

Aaron, Nephilim yang harus memenuhi Nubuat ribuan tahun untuk mempersatukan para malaikat terbuang dengan pencipta mereka, akhirnya berhasil menemukan tempat itu. Aaron sadar bahwa penghuni Aerie menaruh harapan besar atas kedatangannya. Namun, harapan itu mengandung maut. ya, kedatangan Aaron juga memandu Verchiel, sang pemburu, menjumpai buruannya.

peperangan agung semakin tak terelakkan. verchiel berhasil menyerang Vilma, pacar Aaron. Dalam posisi dilematis itu, mampukah Aaron menggerakkan segenap kekuatan rahasianya untuk mengatasi malaikat arogan tersebut?

***

Dalam perjalanannya mencari Aerie bersama Camael dan anjing labradornya Gabriel, Aaron bertemu dengan tiga malaikat di restoran cepat saji. Aaron diberitahu oleh Camael bahwa tiga malaikat itu, dua diantaranya adalah kekuatan; yang lain, bekas malaikat. Camael mendongakkan kepalanya yang berambut putih keperakan dan mengendus, rambut janggutnya berkedut, "anggota kelompok Cherubim, kukira. Aku menyadari kehadiran mereka sejak kita berhenti disini."

Sejak Aaron, Camael dan Gabriel meninggalkan Maine mereka belum pernah melakukan kontak dengan malaikat lagi. Saat itu adalah pertamakalinya mereka bertemu dengan malaikat lainnya. Aaron ingin menyelamatkan adiknya, Stevie. Aaron akhirnya mengikuti tiga malaikat tadi, tidak perduli resiko apa yang akan menunggu di depan nantinya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda. Verchiel merasa dirinya tertarik kepada ruang kelas yang terdapat di dalam Panti Asuhan St. Athanasius di mana tawanan itu dikurung. Berdiri diruangan yang gelap, Malaikat itu menatap sosok yang meringkuk dan pura-pura tidur di dalam penjaranya, dan terkagum-kagum betapa kadang besi sederhana itu dapat memuat kejahatan yang begitu besar. Verchiel ingin menghancurkan tawanan itu. Sangat ingin.

"Apakah aku begitu menariknya?" tanya tawanan itu dari kandangnya. Dia perlahan-lahan bergerak menuju posisi duduk. "Rasanya, kita tidak bertemu sesering ini ketika kita masih tingal di Surga." Verchiel merinding tempat tinggalnya yang dahulu disebut-sebut; telah begitu lama waktu berlalu.

Aaron, Camael dan Gabriel si anjing labrador sedang mengikuti ketiga malaikat tadi. Johiel, sang malaikat terbuang berusaha menghubungi sang kekuatan dengan tanpa berfikir panjang, Johiel berfikir bahwa kekuatan akan menunjukkan belas kasih kepada dirinya. Namun, dia telah sangat lelah hidup dalam ketakutan; tekanan awan mendung terus-menerus menggantung di kepalanya, tanpa tahu kapan hidupnya berakhir. Ketika Johiel hampir mencapai jalan raya, tanah di depannya tiba-tiba meledak. Johiel terpogoh-pogoh bangit dan berbalik untuk melihat dua malaikat yang berpakaian amat rapi dan tersenyum berjalan di hutan menuju ke arahnya. 

"Aku punya informasi," kata Johiel, tiba-tiba merasa tidak yakin. Pikiran bahwa dia akan menghianati mereka yang pernah menyambutnya dalam lindungan mereka membuatnya gugup. "Aku tahu lokasi tempat yang kalian cari mati-matian selama ini, tapi belum berhasil kalian temukan."

***

Buku seri ke tiga dari the Fallen ini sangat menarik. Tidak ada perubahan yang signifikan di edisi ke tiga ini , Aerie, jika ditinjau dari cara menulis, hanya saja penulis lebih membubuhkan emotional seoason kedalam cerita ini.  Thomas membubuhkan romansa percintaan remaja pada novel Aerie, sehingga sangat menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan seri pertama , The Fallen dan seri kedua, Leviathan, Aerie lebih berwarna dan begitu banyak emotional-emotional yang dihadirkan oleh penulis, sehingga para pembaca tidak hanya disuguhkan dengan penggambaran Malaikat saja, tetapi juga melukiskan percintaan antara dua Nephilim muda serta ikatan persahabatan antar Nephilim, hal itu membuat pembaca tidak merasa bosan. 

Disamping romansa percintaan tadi, di Novel seri ke tiga The Fallen, Aerie, sekuel-sekual adrenalinnya lebih banyak dibanding The Fallen dan Leviathan. Kejadian saat pertarungan juga dipaparkan dengan sangat detail, maka dari itu para pembaca seperti tertarik kedalam perang tersebut dan ikut merasakan atmosfer pertempuran.  

Bukan hanya itu saja, novel Aerie ini juga agak menggelitik perut, menurut saya. Terdapat beberapa part yang sangat mengundang senyum terlukis di wajah para pembaca, termasuk saya. Di seri Aerie ini, Gabriel termasuk sangat aktif dalam berdialog, dan terkadang kata-kata yang dilontarkan oleh gabriel mengundang tawa juga. :D.. ehhe, dibandingkan dengan seri The Fallen dan Leviathan. Thomas E. seniogaski, di buku seri ke tiganya ini sangat berimprofisasi, penulis menghadirkan karakter baru, malaikat dengan senjata pistol, tidak seperti malaikat lainnya yang menggunakan trisula, pedang atau tombak. menurut saya hal itu sangat keren...

Aerie terlihat menarik dengan cover yang menampilkan gambar gereja dan pilar-pilar kokoh yang menjulang. Gradasi warna hitam di pokok kiri atas menambah dramatis cover Aerie. Dibagian bawah terdapat malaikat memakai baju warna merah, tapi alangkah lebih baik jika gambar malaikat itu ditiadakan saja. but... guy's.. overall buku ini sangat menarik untuk dibaca..<(^_^)>

Aerie by Thomas. E Sineogaski, sekali lagi dapat menemani saya dalam kekosongan. Bacaan yang sangat seru, dan penuh emosi, serta berkelas. I recomend it for you guy's.. kalian harus baca Aerie. SELAMAT MEMBACA... 6(^_^)9

DUNIA SOPHIE




Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penyunting : Yuliani Liputo dan Adityas Prabantoro
Proofreader : M. Eka Mustamar
Ilustrator Isi : Guntur
Penerbit : Mizan
Cetakan : VI, Oktober 2012 (Gold Edition)
Jumlah Halaman : 798 halaman
ISBN : 978-979-433-574-1



"pada suatu titik, sesuatu berasal dari ketiadaan"

seorang gadis kecil berusia 14 tahun menerima sebuah amplop berisi tentang sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya untuk diterimanya. Gadis yang semula hanya memikirkan sesuatu yang sederhana beralih menjadi seorang gadis yang berfikir kritis akan semuanya, akan keeksistesian sesuatu. 

"Siapa yang akan menyangka bahwa amplop yang di terima oleh gadis itu adalah sebuah pelajaran filsafat yang notabenenya sangat sulit ditelaah?"

Dilema melanda gadis itu ketika ia disadarkan oleh surat hasil ketikan orang yang tidak ia kenal terus-menerus mendatanginya. beribu tanda tanya muncul di benak sang gadis yang masih belia ini. 

"siapa gerangan orang ini?"

"Kenapa harus dia yang menerima materi filsafat ini?"

"Apa maksud dari pertanyaan dan penjelasan yang di jabarkan di dalam surat ini?"

Belum selesai bergelut dengan pertanyaan mengenai isi, tujuan, arti dari surat-surat yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal itu. tiba-tiba otak gadis ini di jejali sebuah misteri yang sama rumitnya dengan pertanyaan yang belum terjawab tadi, nyaris. Ia menerima sebuah kartu pos yang ditujukan ke alamatnya, tapi bukan untuknya. Sebuah surat ucapan selamat ulang tahun oleh ayah ke anaknya. Hilde Moller Knag.

Akankah gadis itu menemukan jawaban dari maksud, arti dan tujuan surat itu? dan apakah ia akan tahu siapa sebenarnya Hilde itu? Mengapa surat dari ayah Hilde ditujukan ke alamatnya? apakah Hilde mengenal dirinya? 

***

Bagaimana bisa seorang gadis kecil yang berumur 14 tahun menelaah isi surat itu?. filsafat! hal yang rumit sedimikan kompleksnya bahkan orang dewasapun sulit mengerti dan memahami ini, lantas bagaimana bisa hal yang orang dewasapun sulit untuk mengerti justeru dipaksakan masuk dan dijejalkan ke otak seorang gadis kecil  berusia 14 tahun. tetapi apakah kalian yakin filsafat serumit itu? Apakah benar anak kecil tidak mampu untuk belajar filsafat? Apakah filsafatnya yang rumit atau malah para orang dewasa yang tidak mau? yakinkah kalian?

seorang gadis kecil bernama Sophie Amunsend sedang menempuh jalan pulang menuju rumahnya bersama sahabanya Joanna. Mereka sedang membicarakan robot. Sophie tidak setuju jika otak manusia disamakan dengan sebuah komputer canggih. Sophie tidak terlalu sepakat. tentunya otak manusia tidak sesederhana sebuah perangkat keras bukan?!! ketika sampai didepan swayalan sophie dan joanna berpisah.

Sesampainya Sophie dirumah, ia mengecek kotak surat dan betapa kagetnya Sophie ketika ia menemukan sebuah surat berupa amplop putih tertulis : "Sophie Amundsend, 3 Clover Close" tanpa ada nama pengirimnya, bahkan perangkopun tidak. Sophie lalu bergegas menutup pintu gerbang dan bergegas membuka amplop itu. Shopie heran. Dia merasa aneh saat mengeluarkan secarik kertas yang tidak lebih besar dari amplopnya. Didalamnya tertulis "siapakah kamu?". "Pertanyaan yang aneh" batin Sophie. ia bergegas memasuki rumah. Ia menuju kedepan cermin. Ia menatap bayanganya yang terpantul di cermin. "kamu adalah aku" kata Sophie sambil menunjuk bayangannya. tetapi Sophie tidak merasa puas. ia kemudian merubah redaksi kalimatnya "aku adalah kamu" katanya lagi. tetapi lagi-lagi sophie belum puas dengan itu. "Aku adalah Sophie Amundsend" ujar Sophie, tapi bagaimana Sophie bisa yakin bahwa ia adalah Sophie Amunsend. Bagaimana jika ternyata dirinya bukanlah Sophie Amunsend itu. Bagaimana jika ia terlahir dengan nama lain, apakah ia akan tetap menjadi Sophie amunsend saat ini? sukses surat itu membuat Sophie bingung. Sangat bingung.

Surat demi surat datang menghampiri Sophie, sampai suatu ketika sang pengirim surat, guru filsafatnya, Alberto Knox mengajak Sophie untuk bertemu. bertatap muka secara langsung. Hal ini membuat Sophie kaget. Bagaimana mungkin ia akan bertemn\u dengan orang yang ia tidak kenal sama sekali. Gereja St. Mary, tempat yang telah ditentukan oleh Alberto Knox untuk bertemu dengan sophie. Alberto menyuruh Sophie datang ke Gereja itu pagi - pagi sekali. Sophie menyusun rencana untuk menipu ibunya. Ia berbohong kepada ibunya, bahwa ia menginap di rumah joanna. Sophie melaksanakan aksinya, ia menuju Gereja St. Marry. Sudah hampir jam delapan ketika dia berdiri di pintu masuk gereja batu kuno itu. Sophie mencoba membuka pintu besar. Tidak terkunci! Sophie melangkahkan kakinya, memasuki gereja kuno itu dan......

 ***

Cara penulis menyampaikan materi filsafatnya sangat menarik. Para pembaca diajak memposisikan sebagai tokoh utama novel ini, yaitu Sophie Amunsend. Sehingga para pembaca merasa tertarik masuk dalam perkara-perkara yang dibuat oleh penulis. Masalah yang dihadirkan oleh penulis juga sangat kompleks. Sebuah problema yang tidak sempat terfikirkan. Para pembaca juga disuguhi filsafat dengan kalimat-kalimat yang sederhana sehingga paradigma pembaca tentang filsafat itu sulit dan rumit berubah. "ternyata tidak. filsafat tidak serumit itu" mungkin kalimat itu yang diinginkan oleh penulis dari para pembaca.. 

Menurut saya Jostein Gaarder sengaja menghadirkan tokoh seorang gadis berusia 14 tahun dengan plot sedang diajari filsafat oleh seseorang yang bernama Alberto Knox agar para pembaca yang sudah dewasa "tersindir" bahwa filsafat itu mudah. hihhihi <(^_^)> dan juga Jostein juga ingin menyadarkan para orang dewasa agar terlepas dari kabut dunia dan kenyamanan dunia. 

Pemberian teori-teori yang dikemukakan oleh para filsuf purba seperti Plato, Aristoteles, Anaxemindes, Democritus, dsb tidak terlalu kaku, sehingga para pembaca tidak merasa sedang membaca sebuah buku pelajaran filsafat melainkan sedang membaca buku dongeng. heheh.. (^_^). Kalimat yang digunakan oleh Jostein tidak terlalu bertele-tele atau berputar-putar. kalimatnya tegas dan to the point, memungkinkan agar pembaca tidak terlalu bingung mencerna filsafat. Menurut saya, buku ini good recomended untuk 16 tahun keatas, karena pada masa itulah pencarian hidup oleh seorang manusia dimulai dan hal itu bisa dimulai dengan membaca buku ini. heheeh.. 6(^-^)9

Novel ini juga cukup dapat menerbitkan senyum di wajah para pembaca. Pernyataan-pernyataan aneh dan kocak yang dilontarkan oleh Sophie saat memepelajari filsafat membuat saya tersenyum sesekali. Ada sebuah part yang menurut saya lucu (entah selera humor saya yang kurang baik)yaitu, saat ibu sophie mengira anaknya sedang jatuh cinta, ibunya juga mengira anaknya sedang terlibat asmara dengan pecandu obat-obatan. 

Covernya, ada kemiripan dengan cover Harry Potter cetakan lama. Tapi Covernya lumayanlah, cukup menggugah hati untuk membaca. tetapi menurut saya, interesrting level-nya bakal lebih naik jika novel ini dikemas dengan hardcover yang tebal, terbuat dari kulit, sehingga kesan filsafatnya lebih menonjol.  Dan sensasi ke-kuno-annya juga menonjol. Saya suka yang berbau lama dan kuno. tapi mungkin level cost-nya mungkin akan naik juga. heheh..

Dunia Sophie. Karya yang cerdas, inspiratif, dan menggugah kesadaran akan kebenaran keeksistensian dunia dan manusia. Karya yang cerdas serta memanjakan otak. SELAMAT MEMBACA.. <(^_^)>. 6(^-^)9