Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Sendra B. Tanuwidjaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Keenam, Januari 2006
Jumlah Halaman : 568 Halaman
ISBN : 979-22-0862-3
Aku berfikir dan mendalam selama beberapa hari terakhir, dan kusadari apa artinya menjadi naga dan penunggang : sudah menjadi takdir kita untuk mecoba yang mustahil, untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar tanpa memedulikan rasa takut. itulah tanggung jawab kita kepada masa depan.
Suatu hari Eragon, anak petani miskin berusia lima belas tahun, menemukan "batu" berawarna biru yang indah. Ternyata batu itu telur naga! Ditemani Brom si pendongeng tua dan naga yang dinamainya Saphira, Eragon belajar berbagai hal mengenai sejarah dan naga. Brom juga mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pdang karena ternyata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Klan ini punah karena ditumpas Raja Galbatorix yang kejam.
Berbekal ilmu dari Brom, Eragon bertekad membangun kembali klan Penunggang Naga, meskipun itu berarti ia harus menghadapi berbagai makhluk ajaib seperti elf, kurcaci, Urgal, Ra'zac, dan Shade, yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi daripada dirinya.
***
Siapa sangka seorang anak petani miskin bernama Eragon akan menjadi penentu akan alur nasib yang sangat besar. Menjadi rebutan berbagai kaum. Hal ini dimulai ketika Eragon menemukan telur naga dipegunungan Spine, dan ternyata telur naga itu adalah salah satu telur naga Raja Galbatorix yang di curi. Hal ini membuat Raja Galbatorix memerintahkan Ra'zac untuk mencari telur naga itu. Ternyata nasib buruk menimpa keluarga Eragon, Garrow, ayah angkat Eragon dibunuh oleh Raz'ac saat mereka datang ke rumahnya, Sloan yang memberitahu mereka, bahwa Eragon memiliki telur naga itu.
Eragon mulai bersahabat dengan Brom, si pendongen tua karena Brom banyak mengetahui tentang naga dan sihir. Eragon, Brom, dan Saphira Naga Eragon berpetualang mencari Raz'ac untuk membalaskan dendam ayah angkatnya, Garrow. Dalam perjalanannya, Eragon melihat berbagai macam hal. Ketika Eragon tiba disuatu desa dan ia tiba-tiba disuguhi pemandangan yang tidak nyaman. Ia melihat tumpukan mayat ditengah-tengah desa itu, mereka dibantai dengan beringas oleh para Urgal.
Saat di Teirm, Eragon bertemu dengan seorang penyihir, Angela namnaya. Ia meramal masa depan Eragon. Penyihir itu meramalkan, bahwa akan ada kematian yang menunggu di depannya, ternyata kematian itu adalah Brom. Angela juga mengatakan, bahwa di masa depan Eragon akan bergelut dalam romantisme cinta yang legendaris, dengan seseorang dari kalangan bangsawan.
Setelah Brom meninggal, Eragon melanjutkan petualangannya bersama Murtagh. Pada saat mereka dalam perjlanan ke Gil'ed untuk bertemu dengan dormnad, mereka dikepung oleh sekawanan Urgal dan ternyata itu adalah jebakan, taktik untuk menangkap Eragon. Eragon di tahan di Gil'ed dan ia bertemu dengan wanita yang sering hadir di mimpinya. Wanita itu adalah Elf.
***
Novel berjudul Eragon ini sangat fantastis, menarik, dan membawa kita kedalam imajinatif terdalam diri kita. Novel berjudul Eragon ini menggambarkan ikatan batin antara seekor naga dan seorang manusia. Crishopher seolah-olah ingin menjabarkan dan menjelaskan kepada kita bahwa naga bukanlah hewan yang semata-mata dikenal buas dan beringas, tapi naga juga bisa menjadi hewan yang bijak, setia dan penuh kearifan, seperti yang digambarkan dalam sosok Saphira.
Novel ini mengajak kita untuk menerawang lebih jauh dan menimbulkan berbagai tanda tanya yang akan terus menguras otak kita. Apalagi pada part, saat sang penyhir, Angela meramalkan masa depan Eragon, dan mengatakan bahwa ibu Eragon pernah diramal juga oleh Angela. Ramalan angela menimbulkan pertanyaan dibenak kita, "apa nasib yang menunggu Eragon?","siapa gadis yang akan terlibat asmara dengan Eragon?","apakah mereka akan menikah dan punya anak?","kenapa eragon harus meninggalkan alegasia?","siapa orang tau kandung eragon?","mengapa ia diesarkan oleh garrow?" pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan muncul dibenak kalian ketika membaca Novel yang sangat mengagumkan ini.
Cristopher Paolini dalam mendeksripsikan tempat sangat detail, sehingga kita (pembaca) tidak terlalu sulit membayangkan tempat itu. Cristopher seolah-olah menggambarkan tempat itu ada dan nyata, dengan berbagai deksripsi tentang makhluk, suasana, topologi bahkan jarak, Cristopher sangat merinci. Novel ini tidak membuat kita meng-awang-awang tentang suatu tempat dalam ceritra ini, ia seperti meng-absolutkan latar tempat novel ini dalam otak kita.
Cover Novel Eragon ini juga sangat menggertak, menurut saya. membangkitkan minat orang-orang yang melihat untuk membaca. Sekilas jika dilihat, novel ini mungkin akan mengisahkan petualangan seorang naga, dan naga itu adalah Eragon. Tetapi para pembaca ditipu oleh covernya, taktik yang bagus menurut saya. hahahaha.. good idea Cristopher <(^_^)>. Tidak ada yang kurang dari covernya, warna biru sebagai dasar, kemudian di tampilakn gambar naga bersisik biru, simple tapi menarik.
<(^_^)> yuoo.. guys,, sekali lagi Novel Eragon ini dapat menghibur saya dan merefleksikan sedikit otak disela-sela kuliah yang sangat padat. this is recomended for you guys, let's read this... c'mon,


