Jumat, 07 November 2014

SKULDUGGERY PLEASAN #2 PALYING WITH FIRE


Penulis : Derek Landy
Ahli bahasa : Yohanes Nursalam, P.sd.
Penyunting : Primadonna Angela dan Reita Ariyanti
Perancang Sampul : Martin Dima
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Jakarta 2011
Jumlah Halaman : 264 halaman
ISBN : 978-979-22-6554-5



"Ini penghinaan," kata laki-laki itu. "Tidaklah mereka tahu betapa berbahanya aku? aku amat, sangat berbahaya. Aku pembunuh. Aku mesin pembunuh yang terlatih. Dan masih juga mengirimmu. Seorang anak kecil"

Dunia kembali terselamatkan seteah kematian Serpine. Setidaknya itu menurut Valkyrie dan Skulduggery, sampai mereka mengetahui Baron Vengeous yang tersohor melarkan diri dari penjara. Bersamaan dengan itu vampir dan para Yang TErtular bermunculan diseluruh Irlandia.

Valkyrie dan SKulduggery tahu Vangeous mengincar baju besi Lord Vile. Baju besi itu akan memberikan kekuatan bagi sang baron untuk membangkitkan Grotesquery dan memanggil kembali para Sosok Tanpa Wajah.

Namun masih ada satu bahan yang kurang : darah tetua yang dimilik Valkyrie. Tentu saja Skulduggery tidak membiarkan sahabatnya menjadi bulan-bulanan sang baron. Hanya saja mereka tidak menyangka ancaman yang mereka hadapi kali ini jauh lebih berbahaya.

***

Valkyrie, seorang gadis berumur 14 tahun yang memiliki kekuatan sihir, Elemental, berpetualang bersama detektif tengkorang bernama Skulduggery pleasant. Ia dan Skulduggery telah menangani kasus Serpine dan berhasil mengalahkannya, tetapi merak kemudian dihadapkan sebuah masalah lagi, yaitu BaronVangeous yang ingin membangkitkan Grestesquery untuk memanggil Sosok Tanpa Wajah untuk menguasai dunia.

Sewaktu penyelidikan Skulduggery bersama Valkyrie, Skulduggery menyimpulkan bahwa ada keterlibatan anggota Tempat Suci, dan ia menuduh Guild. Akibat tuduhan Skulduggery Guild memutuskan bahwa Skulduggery dan Valkyrie sebagai buronan. 

Bersama-sama mereka mencari mayat Grestesquery, berusaha mendahului Baron, Sanguine, Dusk si Vampir beserta Para Yang Tertular untuk mengambil mayat Grestesquery dan membangkitkannya. Akan tetapi, usaha mereka membuat nyawa Valkyrie terancam bahaya, tetapi mereka berhasil merebut tubuh Gretesquery dan membawanya ke tempat Kesnpeckle, seorang ilmuan-sihir-pengobatan, orang yang sering meyembuhkan luka Valkyrie dan Skulduggery - jika ia memang sering terluka, tapi poeta ragu akan hal itu heheh <(^_^)>-. Sayangnya tubuh Getesquery tidak berada cukup lama ditangan mereka, anak buah Baron berhasil merebut tubuh Getesquery dan membangkitkannya.

Pertarungan sengit antara Getesquery dengan Skulduggery dan Valkyrie, dibantu oleh teman-teman mereka serta para penjagal Tempat Suci. Mereka saling bahu-membahu melawan Getesquery dan akhirnya membunuh Baron yang berhasil menemukan Baju besi Lord Vile.

***


Novel Skulduggery Pleasant Playing with Fire ini merupakan sebuah Novel yang bertemakan fiksi Ilmiah. Skulduggery Pleasant Playing with fire membawa ide yang cukup fresh dibanding, buku sebelumnya. Plotnya sangat menggucang otak untuk berspekulasi di awal.

Ide-ide yang di hadirkan dalam novel ini sangat briliant dan segar. Pendekskripsian tentang sakratisme yang menjadi gambaran utama tokoh Skulduggery Pleasant sangat dapat di novel ke dua Derek landy.

Novel ini cuku bagus dan good recomended untuk para pecinta fiksi, yah walaupun tokoh-tokoh yang dihadirkan di dalam novel ini hampir mengambil tokoh-tokoh dari berbagai karya, artinya buka orisinil, tapi plot-plot yang dihadirkan sangat mencengangkan untuk di baca dan di telusuri titik kusutnya.

DUNIA ANNA






Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penyunting : Esti A. Budhiabsari
Proofreader : Ine Ufiyatiputri
Perancang Sampul : Andreas Kusumahadi
Penerbit : Mizan, PT Mizan Pustaka
Cetakan : Pertama, Oktober 2014
Jumlah Halaman : 244 halaman
ISBN : 978-979-433-842-1



"Aku mencatat apa yang kamu tulis di bagian penutup : "Ada begitu banyak hal tentang masa depan yang aku tidak tahu. Yang aku tahu bahwa aku akan ikut serta untuk memberikan bentuknya. Dan mungkin dengan cara ini aku telah memulai dengan sebuah langkah kecil... johan berdeham lagi : "Mungkin aku bisa menawarkan diri untuk menjadi kakek buyut anak itu""

"Nova sayang, aku tak tahu bagaiman rupa dunia saat kau membaca surat ini"

"Saya bisa membayangkan anak-cucu kita dalam keputusasaan- baik karena kehilangan sumber daya alam seperti gas dan minyak maupun kehilangan keanekaragaman alam hayati : Kalian menghabiskan SEMUANYA! Kalian tidak menyisakan sedikit pun UNTUK KAMI!

"Keindahan yang lebih sedikit! Keajaiban yang lebih sedikit! Kemuliaan dan Kebahagiaan yang lebih sedikit!"

Bumi 2082, Nova sangat terkejut saat tiba-tiba di terminal online-nya muncul surat dari nenek buyutnya, Anna. Surat yang ditulis 70 tahun lalu, tepat tanggal 12.12.12. Tepat saat nenek buyutnya berusia 16 tahun seperti Nova saat ini.

Sungguh isterius, bagaimana mungkin 70 tahun lalu nenek buyutnya sudah tahu kelak cicitnya bernama Nova? Dan dari mana nenek buyutnya tahu tentang keresahan-keresahan Nova? Tentang bumi yang tk seindah dulu lagi, tentang spesies yang punah, tanah-tanah yang tenggelam, kutub yang meleleh. Dan, benarkah cincin rubi merah dari legenda Aladin, menjadi kunci untuk mengembalikan kseimbangan bumi? Cincin yang selama ini melingkar di jari Anna, nenek buyutnya?

Jostein Gaarder, penulis Dunia sophie,  kembali dengan Dunia Anna, sekali lagi mengajak kita nerkaca. Dengan kisah yang ringan namun penuh makna, Jostein Gaarder kembali mengajak pembaca merenungkan eksistensi manusia dan semesta.

***

Kisah dimulai ketika Anna, seorang gadis kecil yang memasuki usia 10 tahun menyadari ada yang salah dengan alam desa tempat mereka tinggal. Pada perayaan Natal, tidak ada satupun salju yang turun, rusa-rusa keluar dari habitat mereka dan menuju pemukiman warga, serta banyak hewan pengerat yang mati. Dan Anna tahu penyebabnya, karena musim dingin tidak lagi seperti musim dingin.

Pada saat usia Anna beranjak 16 tahun, ia diberi hadiah yang sangat istimewa, yaitu handphone keluaran terbaru dan Cicin batu rubi yang berwaran merah darah serta terdapat bintang samar di bagian tengah cincin itu. Cincin itu sangat indah menurut Anna, warisan dari bibinya, Tante Sunniva. Anna sangat mengagumi cincin itu. Kata bibinya, cincin itu merupakan barang antik, dan batunya adalah batu bertuah yang sudah berumur ratusan tahun, yang pernah dimilki dan dipakai oleh Aladin.

Pada usia yang 16 tahun itu, Anna mempunyai pacar bernama Jonas. Pemuda yang termasuk jajaran pria tertampan di sekolah Anna. Anna, Ibunya, dan jonas berangkat menuju Oslo, mereka berniat bertemu dengan Psikiatri untuk memeriksa Anna, Antisipasi kalau-kalau Anna mengalami gangguan jiwa karena Anna sering membicarakan sesuatu yang tidak masuk akal dan aneh bagi orang yang mendengarnya. Akan tetapi menurut Psikiatri, Dr. Benjamin, Anna tidak sakit, Ia bahkan sehat, terlampau sehat. Anna memiliki imajinasi yang luas, kata Dr. Benjamin, sehingga kadang orang lain yang imajinasinya tidak seluas Anna sulit menangkap apa yang dibicarakan Anna. Anna malah berteman dengan Psikiatri itu.

Setelah pemeriksaan itu, pelik-pelik mulai berdatangan. Seperti, Ia mengalami mimpi aneh, dimana ia dimimpinya bukan sebagai Anna, tetapi sebagai cicitnya, Nova, Anak Dr. Benjamin, Ester ditangkap para pemberontak. Dan begitu banyak masalah membelitnya pada waktu itu, lalu Jonas sebagai kekasih yang melindungi Anna dan menjadi pendengar setianya, datang dengan sebuah ide cemerlang yang akan merubah dunia dimasa depan, dunia dimana cicitnya akan tumbuh bersama seorang bocah arab.

***

Dunia Anna, novel fisafat yang bertemakan semesta, atau lebih tepatnya Filsafat Semesta. Jostein Gaarder sangat briliant dalam novel ini. Kata-kata yang digunakan sangat cermat dan dapat menarik minat para pembaca untuk menuntaskan novel ini. Jostein Gaarder, mengemas ide-ide dalam Dunia Anna sangat cerdas, sangat menonjol peredaan antara Dunia Sophie dan Dunia Anna. Jostein membawa nuansa baru, lebih manis kedalam Dunia Anna, tetapi dengan tujuan yang sama yaitu membahas filsafat dengan ringan dan santai.

Delik-delik yang di tampilkan oleh Jostein Gaarder merupakan delik yang sangat krisis, tetapi Jostein mampu menyajikan delik itu dengan komposisi yang ringan tetapi tidak lepas dari inti delik itu sendiri, Jostein Gaarder menciptakan nuansa ke-remaja-an, dengan menghadirkan romantika yang dijalin oleh Anna dan Jonas, tanpa terlepas dari hakikat Dunia Anna, filsafat. Dialek-dialek romantika tetapi cerdas, tidak berlebihan, dan cool keluar dari mulut dua sejoli ini, saling mendorong untuk tujuan mereka, menyelamatkan dunia. Romantika yang dihadirkan Jostein sangat simple, tapi menyentuh, apalagi pada karakter tokoh  Jonas. Jonas digambarkan sebagai pemuda tampan, cerdas, dan menyayangi Anna, tetapi yang paling penting adalah, setiap kata-kata romantis yang dikeluarkan oleh jonas merupakan kata-kata romantis yang berbobot, bukan seonggok kata murahan. Sangat manly dan bijaksana, penggambaran Jonas dalam Dunia Anna.
Jostein Gaarder juga menghadirkan tokoh Anna sebagai seorang gadis remaja yang sering bermimpi menjadi pribadi makhluk yang bukan dirinya. Kadang ia bermimpi sebagai Napoleon, Ester, bahkan hewan seperti Gajah, Singa dll. Pada part ini lah yang membuat saya agak tergelitik untuk tertawa, saya membayangkan Anna memimipikan dirinya sebagai kutu buku, kira-kira apa yang ia rasakan?? hahaha. <(^_^)> Dunia Anna selain meberikan kita pelajaran Filsafat Semesta, buku ini juga menghadirkan lelucon-lelucon yang mengundang tawa serta romantika remaja yang manis untuk ditelaah.

Ayoo.. Dunia Anna sukses membuat saya merenungkan dunia ini dan manusia, tetapi tidak membuat jenuh. Penuh jenaka dan percintaan, cocok untuk remaja. it's recomended for you guys, let's read it..

Minggu, 02 November 2014

BRISINGR #3 BUKU WARISAN





Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Februari 2009
Jumlah Halaman : 864 Halaman
ISBN : 979-22-4354-2



" ....Aku hanya bisa memberikan nasihat, dan mengajarimu apa yang bisa kuajarkan sekarang sementara aku masih ada di sini... Putraku. Apapun yang terjadi pada dirimu, ketahuilah bahwa aku menyayangimu, begitu pula ibumu. Semoga bintang-bintang menyinari jalanmu, Eragon Bromsson..."


Eragon dan naganya, Saphira, berhasil bertahan hidup setelah pertempuran kolosal melawan para prajurit kekaisaran di Dataran membara. Namun masih banyak yang harus dihadapi sang Penunggang dan naganya ini.


Eragon harus menyelamatkan Katrina, kekasih Roran, dari cengkraman Raja Galbatorix, sesuai janijnya pada abangnya itu. Tetapi kaum Varden, elf, dan kurcaci pun membutuhkan bantuan sang Penunggang.


Ketika keresahan melanda para pemberontak dan bahaya mengincar dari segala arah. Eragon harus mennetukan pilihan-pilihan yang akan membawanya ke seluruh penjuru Kekaisaran, bahkan lebih. Pilihan yang bisa saja memaksanya melakukan pengorbanan yang tak terbayangkan.



***

Setelah Eragon bertemu dengan abangnya, Roran. ia berjanji, bersama-sama mereka akan membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac. Mereka pun memulai misi penyelamatannya. Eragon dan Roran pergi ke saran Ra'zac, Dras-Leona. Mereka terbang, menunggang Saphira agar perjalanan mereka cepat, karena kaum Varden juga membutuhkan Eragon dan Saphira. Singkat cerita, Eragon dan Roran berhasil menyelamatkan Katrina. Tetapi pada saat mereka menyelamatkan Katrina, Eragon menemukan Sloan dengan keadaan buta, ia memutuskan untuk menyembunyikan keberadaan Sloan agar tidak terjadi pertikaian yang semakin memperumit keadaan perang. Eragon memantrai sloan agar tertidur dan memberitahu Roran serta Katrina bahwa Sloan telah meninggal. Setelah itu, Eragon menyuruh -dengan paksa- Saphira membawa Roran dan Katrina menuju kaum Varden tanpa membawa dirinya, karena ia ingin meyelesaikan perkera mengenai Sloan. Setelah ia membawa Sloan keluar kota Dras-Leona, ia menyihir Sloan agar ia berjalan menuju tempat para elf disertai mantra-mantra lainnya agar ia selamat sampai tujuan. Dan Eragon kembali ke Kaum Varden.


Karena pada pertempurn di Dataran membara, para kurcaci kehilangan Raja mereka, Hortgar, para kurcaci memutuskan untuk melakukan pemilihan Raja yang baru. Nasuada, sebagai Pemimpin kaum Varden yang baru, menggantikan ayahnya yang meninggal, Ajihad, Memerintahkan Eragon untuk ikut serta dalam pemilihan Raja baru kaum kurcaci. Pada suatu hari, saat Eragon berjalan-jalan di labirin Farthen-Dur yang dibuat oleh para kurcaci pada masa lalu, ia diserang oleh sekelompok knurlaf, dan knurlaf ini melanggar budaya para kurcaci, bahwa tamu harus di pelakukan secara terhormat dan kesopanan yang tinggi. Eragon memberi tahu Orik, yang sekarang menggantikan Hortgar sebagai ketua klan, Orik mulai meyelidiki siapa dibalik penyerangan terhadap Eragon ini, dan ia menemuka bahwa Vermund yang otak dibalik penyerangan terhadap Eragon. Akhirnya Vermund, beserta anggota klannya di kucilkan oleh anggota klan yang lain. Akibat insiden penyerangan terhadap Eragon, dan pengucilan Vermund atas usulan Orik, untuk sementara suara dan simpati berbalik menghadap Orik. Ketika pemungutan suara untuk menentukan Raja Kurcaci yang baru, Orik sebagai perwakilan klan Durgrimst Ingeitum terpilih untuk menjadi Raja kurcaci yang baru. 


Setelah bergelut dengan para kurcaci dalam pemilihan Raja yang baru, Eragon kemudian terbang menuju Ellesmera, kembali untuk menemui gurunya, Si Utuh yang cacat. Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi otak Eragon, tidak sabar untuk dilemparkan untuk gurunya itu. Keputusannya untuk menemui Oromis dan Glaedr -Guru mereka- ternyata merupakan keputusan yang tepat. Eragon dan Saphira akhirnya mengetahui rahasia keuatan Raja Galbatorix, yaitu Eldunari, Jantung dari Jantung, terdapat di dalam tubuh naga. Dengan Eldunari, Raja Galbatorix dapat meningkatkan kekuatannya karena menyerap energi naga yang terakumulasi dalam Eldunari tersebut. Eragon juga mengetahui siapa Ayahnya yang sebenarnya, ternyata apa yang dikatakan Murtagh, bahwa Morzan adalah ayah mereka tenyata salah, walaupun Murtagh benar bahwa mereka satu ibu, yaitu Selena. Ayah Eragon yang sebenarnya adalah Brom, seorang pendongeng tua dan Penunggang Naga yang menemani Eragon dalam perjalanannya, dan meninggal pada saat mereka di Dras-Leona, memburu Ra'zac. Eragon juga akhirnya mendapat pedang yang sangat menginginkannya. Rhunon, elf waniat sang pengrajin pedang membuatkan Eragon pedang, dengan cara yang tidak biasa agar tidak melanggar sumpahnya, yaitu menggunakan tubuh Eragon sebagai perantara untuk menempa dan membentuk pedang Eragon. Eragon menamakan pedang itu Brisingr dan ketika Eragon menyebutkan nama pedangnya, pedang itu mengeluarkan api biru yang mengangumkan. Tidak ada yang bisa mnejelaskan mengapa terjadi demikian, bahkan Rhunon tidak mengetahui pasti mengapa pedang Eragon mengeluarkan api.


Eragon akhirnya meninggalkan Ellesmera, kota para kurcaci bersama Oromis dan Glaedr, mereka berpisah saat mereka telah mencapai perbatasan, Oromis dan Glaedr menuju Gil'ead sedangkan Eragon menuju Fainster, membantu para pejuang Varden untuk merebut kota itu.



***

Brisingr, judul novel ini diambil dari nama pedang Eragon yang di buat oleh Rhunon. Pada Buku Warisan ke tiga ini, Brisingr tidak kalah menarik dengan buku warisan pertama (Eragon) dan buku warisan ke tiga (Eldest). Plot Brisingr juga disusun dengan sangat rapi. Kaitan antar plot sangat menarik dan menghidupkan suasana di dalam otak kita saat membaca.


Novel ini juga terdapat dialog-dialog cerdas yang dilontarkan Saphira dan Eragon. Cristopher Paolini lebih banyak berimprofisasi lagi dalam novel buku warisan ke tiga ini. Seperti Paolini, sangat tegas menggambarkan sistem Kerajaan kurcaci, yang bercorak Kerajaan tetapi memiliki sistem pemerintahan Demokratis. Sangat brilian. Tidak hanya itu, kecerdasan Paolini menghadirkan ketegangan di dalam cerita itu. 


ide-ide yang diselipkan oleh penulis juga sangat bagus, tidak dapat ditebak, tetapi tidak membosankan. Setiap petualangan Eragon yang dijejalkan ke dalam tiap bab selalu sukss membawa decak kagum di mulut para pembaca. Brisingr, buku ke tiga siklus warisan sangat spektakular.


Cover Brisingr kembali lagi, tidak ada bedanya dengan dua buku warisan pendahulunya, masih tetap simple, tetapi juga masih menarik. Mungkin pembahasan tentang cover akan hanya sampai pada Buku warisan ke tiga ini, karena saya yakin buku keempat pun akan tidak menampakan perbedaan signifikan dari segi cover.. heheheh..


soo.. well.. buku Brisingr sangat menakjubkan untuk dibaca, jangan lewatkan buku warisan ke tiga ini, membaca Eragon dan Eldest tanpa melanjutkan ke Brisingr hanya akan menjadi kehampaan di otak klalian... lagi pula Brisingr sangat menghibur dan menggelitik imajinasi kita untuk terbang ke langit ke tujuh, membayangkan sesuatu yang mustahil, melepaskan sejenak dari kepenatan.. so this is recomended for u guys...

ELDEST #2 BUKU WARISAN



Penulis : Christopher Paolin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 751 Halaman
ISBN : 979-22-1718-5


"Kegelapan turun..."
"Pedang beradu indah..."
"kejahatan menang..."


Eragon dan naganya, Saphira, berhasil menyelamatkan para pemberontak dari Raja Galbatorix, penguasa kejam Kekaisaran. Sekarang Eragon harus pergi ke Ellesmera, negeri para elf, untuk mempelajari lebih dalam ilmu sihir dan ilmu pedang, keahlian utama Penunggang Naga. Perjalanan yang luar biasa itu membuatnya sampai di banyak tempat yang memikat dan menemui orang-orang yang menakjubkan. Setiap hari merupakan petualangan baru. Namun kekacauan dan penghianatan menghantuinya, Eragon jadi tidak tahu siapa yang bisa dipercayainya.

Sementara itu, sepupunya Roran kembali harus menghadapi pertempuran di Carvahall - pertempuran yang menyebabkan Eragon berada dalam bahaya yang lebih besar lagi.

Apakah tangan penuh darah sang raja akan menghantam semua usaha untuk melawannya? Eragon kali ini mungkan takkan berhasil meloloskan diri, biarpun eragon mengorbankan nyawanya.

***

Tiga hari setelah para urgal menyerang kediaman Kurcaci, Eragon, Saphira, Arya -Elf- dan Orik utusan Raja Kurcaci Hortgar, bersama-sama melakukan perjalanan ke Ellesmera, begitu banyak rintangan yang mereka lalui untuk sampai di Ellesmera. Sebelum mereka berangkat ke Ellesmera, Raja Kurcaci mengadopsi Eragon sebagai salah satu anggota keluarga dari klannya.

Sesampainya di Ellesmera, para elf mengantar Eragon ke tempat ia bisa bertemu dengan gurunya, Si utuh yang cacat. Betapa kagetnya ia dan Saphira, ketika mengetahui bahwa Si utuh yang cacat-guru mereka- adalah seorang Penunggang Naga, penunggangnya bernama Oromis dan naganya bernama Glaedr. Oromis dan Glaedr mengalami sakit akbiat luka-luka lama yang menyebabkan mereka tidak bisa bertarung, itulah alasan mengapa mereka tidak pernah menampakkan diri ke dunia luar, mereka ingin bertahan hidup untuk mewariskan segala tentang Penunggang Naga kepada Penungga Naga yang baru. Eragon menemukan berbagai sensasi baru ketika ia berada di Ellesmera, dan ia juga menyadari bahwa betapa ia mencintai Arya, Putri rati Izzalandi.

Sementara itu, Roran, sepupu Eragon, mengalami petualangannya sendiri. Ra'zac dan sekelompok prajurit dikirim oleh Raja Galbatorix untuk menangkap Roran untuk memancing Eragon. Akan tetapi Roran berhasil kabur dan bersembunyi di Pegunungan Spine.

Roran dan beberapa penduduk desa berniat mengusir Ra'zac dan prajurit-prajurit itu. Dalam usaha mereka, banyak penduduk desa yang terbunuh karenanya. Dalam situasi yang genting itu, Sloan melakukan penghianatan. Ra'zac menculik Katrina, tunangan Roran, serta Sloan, mereka dibawa menuju tempat persembunyian Ra'zac. Roran sangat sedih akan hal itu, Ia pun Bertekad menyelamatkan Katrina dan mengkomandoi seluruh penduduk desa untuk ber-migrasi menuju Surda, karena itulah satu-satunya tempat ter-aman bagi mereka dan Roran dapat menemukan cara untuk menyelamatkan Katrina.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Ellesmera, Eragon bergegas terbang menuju Kaum Verden yang tengah siap untuk berperang. Dalam peperangannya, Eragon terkejut melihat ada Penunggang Naga yang lain. Penunggang Naga tersebut membantai prajurit dan membunuh Raja Kurcaci Hortgar, pukulan telak bagi Kaum Kurcaci. Eragon dan Saphira bertarung melawan Penunggang Naga itu, ketika ada kesempatan, Eragon membuka helm sang Penunggang, Eragon terkejut setengah mati saat melihat wajah murtagh. Pertarungan kembali berlanjut, Murtagh dan Thorn - Naganya - mengalahkan Eragon dan Saphira, tetapi mereka diberi ampunan oleh Murtagh dan melepaskan sihir yang dilontarkan Murtagh ke Eragon dan Saphira. 

Eragon dan Roran akhirnya bertemu setelah sekian lama takdir memisahkan mereka, Roran memberi tahu Eragon bahwa Katrina diculik oleh Ra'zac, dan ia ingin membebaskan Katrina, sang pujaan hatinya. Eragon pun berjanji untuk ikut membantu membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac.

***

Novel ke dua dari Siklus Warisan ini, Eldest, sangat menarik. Buku ini melanjutkan petualangan Eragon, Tokoh utama dalam siklus warisan ini, dalam memerangi Raja Galbatorix yang jahat. Dalam buku ke dua ini, Penulis menambahkan rangakaian plot yang tidak di duga oleh pembaca. Christopher Paolini dalam Buku pertamanya seperti menyuruh kita membuat suatu argumen tentang kejadian selanjutnya, dan pada buku ke dua ini, Eldest, seakan-akan Paolini meluruskan argumen yang salah dari kita pada saat membaca buku pertama, Eragon. Seperti pada saat Angela meramalkan  Eragon akan terjadi penghianatan oleh Saudaranya sendiri, sebelum kita membaca Eldest, pasti kita akan berfikir bahwa yang akan menghianati Eragon adalah Roran, sepupunya, ternyata dugaan itu salah, dan diluruskan di dalam Buku siklus warisan yang ke dua ini.

Eldest, plotnya sangat cerdas dan inovatif, tidak monoton dan tidak mudah ditebak. Buku ini memberikan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada buku warisan pertama, tanpa menghilangkan pertanyaan itu sendiri. Buku ini memberi kita jawaban, setelah itu membrikan kita pertanyaan baru lagi, sehingga kita semakin penasaran akan kejadian selanjutnya. Begitu banyak misteri.. hihihihi <(-__-)>

Penulis juga memberikan tambahan plot yang sangat cemerlang, yaitu ketika Eragon menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Arya, tetapi menurut saya, plot ini cukup membosankan, kerena kita sudah bisa menebaknya pada buku warisan pertama. Dan sangat klasik menurut saya... 

Selain plot-plot yang menarik telah di hadirkan dalam novel ini, Eldest, penggambaran akan suasana perang semakin nyata, dan banyak tokoh-tokoh baru yang menyita perhatian kita yang dihadirkan oleh penulis, seperti Oromis dan Glaedr, Ratu Izzalandi dsb. Latar dari tiap petualangan yang dilakukan oleh Eragon juga semakin fariatif, seperti pada saat perayaan sumpah darah, hal yang sangat menarik pada latarnya yaitu pohon menoa, betapa cerdiknya penulis menghadirkan pohon Menoa yang disebut sebagai pusat dan ibu dari hutan, penggambar akan Menoa sangat imajinatif.

Cover dari Eldest ini tidak banyak perbedaan dengan cover Eragon, keduanya hampir mirip, yang membedakan hanyalah ada beberapa sisik Eldest yang dibuat mengkilap dan bercahaya ketika terkena cahaya, selain itu tidak ada yang beda. but over all buku ini sangat menakjubkan dan menacing daya imajinasi kita lebih bergolak.

yuppyy.. guys, buku ke dua dari siklus warisan, Eldest sangat menghibur, sekali lagi buku ini dapat mengalihkan saya dari kejenuhan akan aktifitas kuliah, serta merefresh otak saya dari sekelumit tugas.. hehehe <(^_^)>, it's recomended for you guys...