Jumat, 19 Desember 2014

The Elfstone Of Shannara #2


 "Buku yang sempurna. Suatu Dunia baru sedang menunggu Anda untuk menjelajahinya" Barnesandnoble.com




Judul : The Elfstone of Shannara - Batuan sihir Elf
Penulis : Terry Brooks 

Penerjemah : Istiani Prajoko
Penyunting : Titis Wardana
Cetakan : Pertama, Mei 2012
Penerbit : Dastan Books
Jumlah Halaman :752 Hlm
ISBN : 978-602-9267-99-0


Di sebuah desa gnome yang damai, Wil Ohmsford hidup tenang dan belajar giat untuk menjadi seorang tabib. Namun, kehidupannya berubah setelah kedatangan seorang pengembara misterius bernama Allanon, yang mnegatakan bahwa Wil ditakdirkan untuk mengawal dan melindungi seorang gadis Elf yang berusaha untukmenyelamatkan dunia dengan bantuah Batu Elf yang dimilikinya.

Di negeri Elf, terdapat sebuah pohon bernama Elcrys, yang sedang sekarat. Elcrys merupakan tempat dikurungnya semua iblis yang ada di dunia. Dengan semakin melemahnya Elcrys, maka kurungan Forbidding yang berada di dalam Elcrys semakin melemah, sehingga beberapa iblis terkukat berhasil keluar dan berusaha untuk menghancurkan Elcrys. yang bisa menghidupkan kembali Elcrys hanya Amberle, cucu sang Raja Elf. Amberle dan Wil harus membawa benih pohon itu untuk dihidupkan kembali di suatu tempat bernama bloodfire. Dalam perjalanan  menuju ke sana, mereka berdua harus menghadapi Serigala iblis, Reaper, dan penyihir kembar yang berusaha membunuh mereka.

Sanggupkan Amberle dan Wil menghadapi musuh-musuh mereka dengan hanya mengandalkan Batu Elf? Di manakah sebenarnya letak Bloodfire itu? Dan berhasilkah mereka menghidupkan ELcrys kembali? Will dan Amberle harus berpacu dengan waktu sebelulm banyak negeri menjadi korban.

***

Seorang keturunan setengah elf dan setengah manusia di datangi oleh sesosok makhluk misterius, seorang Druid. Allannon. Setiap kali druid ini datang kepada keluarga ohmsford pasti akan membawa kabar penting, khususnya kabar buruk. Druid ini mendatangi wil ohmsford untuk menyampaikan tugas wil ohmsford untuk mengawal seorang keturunan bangsawan elf, dari golongan terpilih untuk menunaikan tugasnya yang di berikan oleh pohon elcrys untuk membawa benihnya ke bloodfire agar pohon elcrys yang menjaga kukungan iblis jahat.

Dalam perjalanannya wil ohmsford dan golongan terpilih itu melewati berbagai macam rintangan. Berbagai macam mara bahaya telah mereka lewati. Wil dalam perjalanannya bertemu dengan rovert. Gadis rovert itu jatuh cinta kepada wil dan terus mengejar wil.

****

Novel ini merupakan buku ke dua dari seri the sword of shannara by terry brooks. buku ini masih mengadopsi jalan cerita dari buku pertama, the sword of shannara. Akan tetapi terry brooks menghadirkan plot yang agak berbeda dengan seri pertama dan seri ke tiga. Seri ke dua ini tidak lagi bercerita tentang melawan kekuatan dari lord warlock, tetapi masih menceritakan perlawanan kepada kekuatan jahat.

Terry brooks masih menghadirkan tokoh yang mempunyai karakteristik Sama dengan seri dengan seri pertama dan ketiga. Terry brook masih menghadirkan tokoh pembantu yang sama yaitu kakek-kakek, seekor binatang.

Kekurangan buku seri ke dua ini adalah kerangka ceritanya monoton. Sangat monotan. Terry seperti menyelesaikan novel ini dengan tergesa-gesa, tidak memberikan sentuhan magis di dalam buku ini, tidak seperti buku ke tiga.

The elfstone of shannara, tetap membawa kita melangang buana di imajinaai tertinggi kita. It's recomended for you guys.. Lets read it..

Kamis, 18 Desember 2014

RECKONING #4 THE FALLEN



"Tak ada pilihan lain : Menang atau lebur dama Neraka"



Penulis : Thomas E. Sniegoski
Penerjemah : Nadya Andwiani
Penyunting : Dhewiberta
Pemeriksa Aksara : Isnaeny, Intan Ren

Penata Aksara : Beni
Penata Sampul : Tyo
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Distribusi : Mizan Media Utama
Cetakan : Pertama,November 2011
Jumlah Halaman : 317 halaman
ISBN : 978-979-433-656-4


"Karena, dengan apa yang kita lakukan, dan akan kita lakukan, kita sudah terkutuk" (Hal 49.)

"Apakah kami benar-benar mengetahui apa yang kami alkukan?.... Ataukah kami telah dibutakan oleh obsesi seseorang yang memerintah kami, tertarik kedalam jaring-jaring kegilaannya, tak bisa lagi bisa melarikan diri? (Hal 126.)

"Aku sudah lebih dulu hidup di tengah-tengan siksaan neraka" (Hal 227.)

***

Suara itu terus menderung di telinga Aaron, memintanya segera datang. Di sebuah ruang berdebu dan tak terawat, sesosok pria tergantung lemah menanti diselamatkan. Kondisinya menyedihkan. Tangan terbelit belenggu baja dan darah terus mengucur. Aaron mengenali pria itu. Ayahnya!

Sementara itu, Vilma tak kunjung sadar. Kekuatan Angelik dalam dirinya nyaris membahayakan penduduk Aerie, dan bahkan nyawanya. Aaron tak mungkin meninggalkan kekasihnya dalam kondisi seperti itu. Aaron bimbang. Menyelamatkan sang Ayah atau terus menjaga Vilma, Baginya sama Penting.

Namun, apa pun keputusan Aaron, di luar sana, rencana Verchiel terus berjalan. Dibutakan ambisi, Verchiel tak lagi menggunakan akal sehatnya. Pintu Neraka dibuka dan perlahan segala bentuk penderitaan merayap naik menuju permukaan bumi. Aaron dihadapkan pada situasi sulit. Siapkah Aaron mengorbankan orang-orang yang dikasihinya demi menghalangi rencana gila Verchiel?

***

Aaron, seorang Nephilim yang diberi nubuat untuk menjadi pemberi pengampun tuhan kepada Para Malaikat terbuang di muka bumi. Hal itu membuat Verchiel, pemimpin kekuatan merasa bahwa Aaron akan menjadi penghalang tugas sucinya yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengadili dan memberikan hukuman kepada Malaikat-Malaikat terbuang.

Setelah penyerbuan Verchiel dan anak buahnya ke Aerie yang telah memakan banyak korban, baik anak buah Verchiel maupun warga penghuni Aerie, Verchiel merencanakan sesuatu, sesuatu yang sangat besar. Membalikkan Firman Tuhan. Verchiel dan anak buahnya mencari para Malakim untuk kemudian diambil Pengetahuan yang hanya dimiliki oleh Para Malakim untuk memenuhi rencana gilanya itu. Verchiel ingin membebaskan Neraka yang terdapat di dalam tubuh Lucifer. Bintang Fajar. Ayah dari Aaron.

Vilma, Seseorang yang dicintai Aaron ternyata adalah Seorang Nephillim juga. Hal ini membuat Vilma merasa shock dan ketakutan, ia mnolak kehadiran Esensi angelik itu di dalam dirinya. Sayangnya, akibat siksaan yang dilakukan oleh Verchiel saat mengurung Vilma membuat esensi angelik itu matang sebelum waktunya, mengakibatkan esensi angelik itu memberontak tak terkendali. Vilma hilang kendali atas esensi itu, dan berubah liar. Karenanya, masalah kembali mendatangi Aaron, Lehash, sang malaikat koboi terpaksa akan membunuh Vilma jika ia benar-benar tidak bisa dikendalikan. Aaron, Lehash, dan Gabriel akhirnya mencari sang Malakim terakhir berdasarkan penciuman dari Gabriel untuk meminta solusi masalah Vilma. Pada saat meraka nerada di tempat persembunyian Malakim itu, Verchiel dan para anak buahnya datang dan menyerang mereka, Verchiel berhasil melukai Aaron pada saat ingin berteleportasi ke Aerie. Dalam masa kritisnya, Aaron bertemu dengan Ayahnya dalam dunia batiniah, ia melihat sang Lucifer sedang menahan pintu besi yang mengurung sang Neraka. Ia merasa khawatir dengan ayahnya. Aaron bergegas menuju tempat penyekapan ayahnya. Sang Lucifer.


***

Buku seri ke empat dari the fallen : Reckoning merupakan seri terakhir dari The Fallen. Pada seri Reckoning ini, sanagt banyak komplikasi yang dihadirkan oleh Thomas E. Sniegoski.  Masalah dari Seri pertama sampai Seri ke tiga terakumulasi pada seri ke empat ini, membuat Reckoning sangat menarik untuk dibaca.

Seri  ke empat : Reckoning membuat kita menjalin lagi plot-plot dari seri satu sampai seri ke tiga. Merefresh dan meriview kembali permasalah yang terjadi pada seri-seri sebelumnya. Menurut Poeta, Buku seri ke empat ini merupakan The Ending Spot  untuk keseluruh permasalahan (Yaa... namanya juga buku seri terakhir).

Karakter pada Seri ke empat Reckoning ini tidak ada yang bertambah, hanya saja terdapat beberapa improvisasi ide tokoh yang dilakukan oleh Thomas, seperti Vilma pada seri pertama : The Fallen hanyalah seorang wanita biasa, nah.. pada Seri ke empat ini, Vilma di gambarkan sebagai tokoh Nephillim, sama seperti Aaron.

Tapi Poeta merasa ada yang janggal nih Guys.., kayaknya ada Unmatch Plot  yang terjadi. Ada yang janggal pada Plot seri pertama sampai seri ke empat ini. Pada seri pertama, Vilma di ceritakan sebagai seseorang yang Aaron suka, dan mereka sebaya. Nahh.. Janggalnya adalah kenapa Vilma Menampakkan sosok Nephilimnya terlambat? Tidak bersamaan dengan Aaron? Tapi sok atuh Guys baca juga, kita sama-sama mengecek apakah benar Unmatch plot terjadi, oke?.. heheheh.. <(^_^)> maaf yah Thomas..

But over all, I think Seri ini merupakan seri terbaik dari keempat serinya, dan sukses menghibur Poeta. So this is recomended for you guys.  Baca Buku Seri Ke empat : Reckoning dari The Fallen dan Thomas E. Sniegoski akan membawamu menuju kisah malaikat-malaikat yang terbuang. Let's read it.





Selasa, 16 Desember 2014

The Wishsong Of Shannara #seri ke III



Judul : The Wishsong of Shannara - Mantra Senandung Shannara
No. ISBN  : 9786022470274
Penulis  : Terry Brooks
Penerbit : Dastan Books
Tanggal terbit : November - 2012
Jumlah Halaman : 668 



Brin Ohmsford, putri Wil Ohmsford, diberkati dengan keajaiban sihir mantra senandung yang mampu mengubah dan mengendalikan apa pun sesuai dengan keinginannya. Sedangkan Jair Ohmsford, saudara kembar Brin, memiliki mantra senandung yang mampu memunculkan ilusi. Namun, Wil memaksa kedua anaknya itu untuk tidak menggunakan kekuatan mereka dan melupakannya.

Ketika orangtua mereka pergi, sekali lagi muncullah Allanon yang menyatakan bahwa Brin harus pergi bersamanya untuk membukakan jalan menuju Ildatch dan menghancurkan kitab iblis itu, karena kitab itulah sumber dari segala kejahatan yang kembali menyerang berbagai negeri. Hanya Brin yang memiliki kekuatan untuk memusnahkan kitab itu dan menyelamatkan dunia...

Namun dengan kekuatan yang belum terlatih sepenuhnya, sanggupkah Brin melakukan tugasnya itu? Mampukah Brin mengendalikan kekuatan sihirnya? Dan bagaimana dengan Jair, apakah ia akan berdiam diri saja melihat Brin dalam kesulitan?

***
Buku yang berjudul The Wishsong of Shannara, merupakan buku seri ke tiga dari seri The Sword of shannara. Buku ini menceritakan Lanjutan dari Buku seri I dan Seri ke II. Buku ini sangat menarik. Terry Brooks lebih menonjolkan kesan fantasinya dan adrenalin dari fantasi itu sangat muncul pada buku seri ketiga ini, adrenalin fantasi itu disisipkan kedalam dua tokoh kakak beradik yaitu Brim Ohmsford dan Jair Ohmsford. Tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam buku seri ke tiga ini juga sangat berfariatif, seolah Terry Brooks ingin meng-refresh pengetahuan kita tentang makhluk magis yang terdapat pada buku seri I dan seri II. Dalam buku Seri ke III, Terry Brooks seperti berututur "HEYY.. Makhluk Magic itu masih banyak lohh..!!" dan ternyata benar, karakter-karakter dalam Seri ke III sungguh sangat mengejutkan dan menakjubkan, seperti salah satu spesies Gnome, yaitu Gnome Laba-Laba. 

Membaca Buku berjudul The Wishsong OF shannara seperti membaca sebuah buku sejarah magis. Terry juga menjelaskan asal-usul terbentuknya Dwarf, Gnome, Gnome laba-laba, para Kadal (sebutan Gnome). Buku ini sangat menambah buah fantasi pemikiran bagi penyukai Fantasi.

Tapi sayangnya, terlepas dari improfisasi yang dilakukan oleh Terry Brooks di buku ini, ending dari novel ini sangat hambar menurut poeta <(^_^)> maaf yah Terry.. endingnya dihadirkan dalam bentuk perang batin antara Jair dan Brim. Menurut poeta mah.. ending yang seperti itu kurang 'nendang' untuk buku ini. soalnya, pada puncak plotnya sangat klilmajks dan hampir tidak memiliki antiseden, membaca puncak plot dari cerita ini membuat poeta berhenti bernafas untuk sejenak guyss, so ketika endingnya seperti itu, poeta merasa kurang 'srek'. Tapi itu opini dari Poeta, selera tiap penyuka Fantasi berbeda-beda, right? so baca buku ini guys, dijamin sangat mengasyikkan dan biarkan naluri sebagai penyuka fantasi anda menilai, apakah buku ini Good recomended or Not!

so.. The Wishsong Of shannara sukses mengisi kekosongan waktu Poeta disaat senggang. menghibur, menegangkan, membawa anga-angan kita ke tingkat klimaks tertinggi untuk penyuka Fantasi.let's read it guys..!! it's recomended for you!!


Jumat, 07 November 2014

SKULDUGGERY PLEASAN #2 PALYING WITH FIRE


Penulis : Derek Landy
Ahli bahasa : Yohanes Nursalam, P.sd.
Penyunting : Primadonna Angela dan Reita Ariyanti
Perancang Sampul : Martin Dima
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Jakarta 2011
Jumlah Halaman : 264 halaman
ISBN : 978-979-22-6554-5



"Ini penghinaan," kata laki-laki itu. "Tidaklah mereka tahu betapa berbahanya aku? aku amat, sangat berbahaya. Aku pembunuh. Aku mesin pembunuh yang terlatih. Dan masih juga mengirimmu. Seorang anak kecil"

Dunia kembali terselamatkan seteah kematian Serpine. Setidaknya itu menurut Valkyrie dan Skulduggery, sampai mereka mengetahui Baron Vengeous yang tersohor melarkan diri dari penjara. Bersamaan dengan itu vampir dan para Yang TErtular bermunculan diseluruh Irlandia.

Valkyrie dan SKulduggery tahu Vangeous mengincar baju besi Lord Vile. Baju besi itu akan memberikan kekuatan bagi sang baron untuk membangkitkan Grotesquery dan memanggil kembali para Sosok Tanpa Wajah.

Namun masih ada satu bahan yang kurang : darah tetua yang dimilik Valkyrie. Tentu saja Skulduggery tidak membiarkan sahabatnya menjadi bulan-bulanan sang baron. Hanya saja mereka tidak menyangka ancaman yang mereka hadapi kali ini jauh lebih berbahaya.

***

Valkyrie, seorang gadis berumur 14 tahun yang memiliki kekuatan sihir, Elemental, berpetualang bersama detektif tengkorang bernama Skulduggery pleasant. Ia dan Skulduggery telah menangani kasus Serpine dan berhasil mengalahkannya, tetapi merak kemudian dihadapkan sebuah masalah lagi, yaitu BaronVangeous yang ingin membangkitkan Grestesquery untuk memanggil Sosok Tanpa Wajah untuk menguasai dunia.

Sewaktu penyelidikan Skulduggery bersama Valkyrie, Skulduggery menyimpulkan bahwa ada keterlibatan anggota Tempat Suci, dan ia menuduh Guild. Akibat tuduhan Skulduggery Guild memutuskan bahwa Skulduggery dan Valkyrie sebagai buronan. 

Bersama-sama mereka mencari mayat Grestesquery, berusaha mendahului Baron, Sanguine, Dusk si Vampir beserta Para Yang Tertular untuk mengambil mayat Grestesquery dan membangkitkannya. Akan tetapi, usaha mereka membuat nyawa Valkyrie terancam bahaya, tetapi mereka berhasil merebut tubuh Gretesquery dan membawanya ke tempat Kesnpeckle, seorang ilmuan-sihir-pengobatan, orang yang sering meyembuhkan luka Valkyrie dan Skulduggery - jika ia memang sering terluka, tapi poeta ragu akan hal itu heheh <(^_^)>-. Sayangnya tubuh Getesquery tidak berada cukup lama ditangan mereka, anak buah Baron berhasil merebut tubuh Getesquery dan membangkitkannya.

Pertarungan sengit antara Getesquery dengan Skulduggery dan Valkyrie, dibantu oleh teman-teman mereka serta para penjagal Tempat Suci. Mereka saling bahu-membahu melawan Getesquery dan akhirnya membunuh Baron yang berhasil menemukan Baju besi Lord Vile.

***


Novel Skulduggery Pleasant Playing with Fire ini merupakan sebuah Novel yang bertemakan fiksi Ilmiah. Skulduggery Pleasant Playing with fire membawa ide yang cukup fresh dibanding, buku sebelumnya. Plotnya sangat menggucang otak untuk berspekulasi di awal.

Ide-ide yang di hadirkan dalam novel ini sangat briliant dan segar. Pendekskripsian tentang sakratisme yang menjadi gambaran utama tokoh Skulduggery Pleasant sangat dapat di novel ke dua Derek landy.

Novel ini cuku bagus dan good recomended untuk para pecinta fiksi, yah walaupun tokoh-tokoh yang dihadirkan di dalam novel ini hampir mengambil tokoh-tokoh dari berbagai karya, artinya buka orisinil, tapi plot-plot yang dihadirkan sangat mencengangkan untuk di baca dan di telusuri titik kusutnya.

DUNIA ANNA






Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Irwan Syahrir
Penyunting : Esti A. Budhiabsari
Proofreader : Ine Ufiyatiputri
Perancang Sampul : Andreas Kusumahadi
Penerbit : Mizan, PT Mizan Pustaka
Cetakan : Pertama, Oktober 2014
Jumlah Halaman : 244 halaman
ISBN : 978-979-433-842-1



"Aku mencatat apa yang kamu tulis di bagian penutup : "Ada begitu banyak hal tentang masa depan yang aku tidak tahu. Yang aku tahu bahwa aku akan ikut serta untuk memberikan bentuknya. Dan mungkin dengan cara ini aku telah memulai dengan sebuah langkah kecil... johan berdeham lagi : "Mungkin aku bisa menawarkan diri untuk menjadi kakek buyut anak itu""

"Nova sayang, aku tak tahu bagaiman rupa dunia saat kau membaca surat ini"

"Saya bisa membayangkan anak-cucu kita dalam keputusasaan- baik karena kehilangan sumber daya alam seperti gas dan minyak maupun kehilangan keanekaragaman alam hayati : Kalian menghabiskan SEMUANYA! Kalian tidak menyisakan sedikit pun UNTUK KAMI!

"Keindahan yang lebih sedikit! Keajaiban yang lebih sedikit! Kemuliaan dan Kebahagiaan yang lebih sedikit!"

Bumi 2082, Nova sangat terkejut saat tiba-tiba di terminal online-nya muncul surat dari nenek buyutnya, Anna. Surat yang ditulis 70 tahun lalu, tepat tanggal 12.12.12. Tepat saat nenek buyutnya berusia 16 tahun seperti Nova saat ini.

Sungguh isterius, bagaimana mungkin 70 tahun lalu nenek buyutnya sudah tahu kelak cicitnya bernama Nova? Dan dari mana nenek buyutnya tahu tentang keresahan-keresahan Nova? Tentang bumi yang tk seindah dulu lagi, tentang spesies yang punah, tanah-tanah yang tenggelam, kutub yang meleleh. Dan, benarkah cincin rubi merah dari legenda Aladin, menjadi kunci untuk mengembalikan kseimbangan bumi? Cincin yang selama ini melingkar di jari Anna, nenek buyutnya?

Jostein Gaarder, penulis Dunia sophie,  kembali dengan Dunia Anna, sekali lagi mengajak kita nerkaca. Dengan kisah yang ringan namun penuh makna, Jostein Gaarder kembali mengajak pembaca merenungkan eksistensi manusia dan semesta.

***

Kisah dimulai ketika Anna, seorang gadis kecil yang memasuki usia 10 tahun menyadari ada yang salah dengan alam desa tempat mereka tinggal. Pada perayaan Natal, tidak ada satupun salju yang turun, rusa-rusa keluar dari habitat mereka dan menuju pemukiman warga, serta banyak hewan pengerat yang mati. Dan Anna tahu penyebabnya, karena musim dingin tidak lagi seperti musim dingin.

Pada saat usia Anna beranjak 16 tahun, ia diberi hadiah yang sangat istimewa, yaitu handphone keluaran terbaru dan Cicin batu rubi yang berwaran merah darah serta terdapat bintang samar di bagian tengah cincin itu. Cincin itu sangat indah menurut Anna, warisan dari bibinya, Tante Sunniva. Anna sangat mengagumi cincin itu. Kata bibinya, cincin itu merupakan barang antik, dan batunya adalah batu bertuah yang sudah berumur ratusan tahun, yang pernah dimilki dan dipakai oleh Aladin.

Pada usia yang 16 tahun itu, Anna mempunyai pacar bernama Jonas. Pemuda yang termasuk jajaran pria tertampan di sekolah Anna. Anna, Ibunya, dan jonas berangkat menuju Oslo, mereka berniat bertemu dengan Psikiatri untuk memeriksa Anna, Antisipasi kalau-kalau Anna mengalami gangguan jiwa karena Anna sering membicarakan sesuatu yang tidak masuk akal dan aneh bagi orang yang mendengarnya. Akan tetapi menurut Psikiatri, Dr. Benjamin, Anna tidak sakit, Ia bahkan sehat, terlampau sehat. Anna memiliki imajinasi yang luas, kata Dr. Benjamin, sehingga kadang orang lain yang imajinasinya tidak seluas Anna sulit menangkap apa yang dibicarakan Anna. Anna malah berteman dengan Psikiatri itu.

Setelah pemeriksaan itu, pelik-pelik mulai berdatangan. Seperti, Ia mengalami mimpi aneh, dimana ia dimimpinya bukan sebagai Anna, tetapi sebagai cicitnya, Nova, Anak Dr. Benjamin, Ester ditangkap para pemberontak. Dan begitu banyak masalah membelitnya pada waktu itu, lalu Jonas sebagai kekasih yang melindungi Anna dan menjadi pendengar setianya, datang dengan sebuah ide cemerlang yang akan merubah dunia dimasa depan, dunia dimana cicitnya akan tumbuh bersama seorang bocah arab.

***

Dunia Anna, novel fisafat yang bertemakan semesta, atau lebih tepatnya Filsafat Semesta. Jostein Gaarder sangat briliant dalam novel ini. Kata-kata yang digunakan sangat cermat dan dapat menarik minat para pembaca untuk menuntaskan novel ini. Jostein Gaarder, mengemas ide-ide dalam Dunia Anna sangat cerdas, sangat menonjol peredaan antara Dunia Sophie dan Dunia Anna. Jostein membawa nuansa baru, lebih manis kedalam Dunia Anna, tetapi dengan tujuan yang sama yaitu membahas filsafat dengan ringan dan santai.

Delik-delik yang di tampilkan oleh Jostein Gaarder merupakan delik yang sangat krisis, tetapi Jostein mampu menyajikan delik itu dengan komposisi yang ringan tetapi tidak lepas dari inti delik itu sendiri, Jostein Gaarder menciptakan nuansa ke-remaja-an, dengan menghadirkan romantika yang dijalin oleh Anna dan Jonas, tanpa terlepas dari hakikat Dunia Anna, filsafat. Dialek-dialek romantika tetapi cerdas, tidak berlebihan, dan cool keluar dari mulut dua sejoli ini, saling mendorong untuk tujuan mereka, menyelamatkan dunia. Romantika yang dihadirkan Jostein sangat simple, tapi menyentuh, apalagi pada karakter tokoh  Jonas. Jonas digambarkan sebagai pemuda tampan, cerdas, dan menyayangi Anna, tetapi yang paling penting adalah, setiap kata-kata romantis yang dikeluarkan oleh jonas merupakan kata-kata romantis yang berbobot, bukan seonggok kata murahan. Sangat manly dan bijaksana, penggambaran Jonas dalam Dunia Anna.
Jostein Gaarder juga menghadirkan tokoh Anna sebagai seorang gadis remaja yang sering bermimpi menjadi pribadi makhluk yang bukan dirinya. Kadang ia bermimpi sebagai Napoleon, Ester, bahkan hewan seperti Gajah, Singa dll. Pada part ini lah yang membuat saya agak tergelitik untuk tertawa, saya membayangkan Anna memimipikan dirinya sebagai kutu buku, kira-kira apa yang ia rasakan?? hahaha. <(^_^)> Dunia Anna selain meberikan kita pelajaran Filsafat Semesta, buku ini juga menghadirkan lelucon-lelucon yang mengundang tawa serta romantika remaja yang manis untuk ditelaah.

Ayoo.. Dunia Anna sukses membuat saya merenungkan dunia ini dan manusia, tetapi tidak membuat jenuh. Penuh jenaka dan percintaan, cocok untuk remaja. it's recomended for you guys, let's read it..

Minggu, 02 November 2014

BRISINGR #3 BUKU WARISAN





Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Februari 2009
Jumlah Halaman : 864 Halaman
ISBN : 979-22-4354-2



" ....Aku hanya bisa memberikan nasihat, dan mengajarimu apa yang bisa kuajarkan sekarang sementara aku masih ada di sini... Putraku. Apapun yang terjadi pada dirimu, ketahuilah bahwa aku menyayangimu, begitu pula ibumu. Semoga bintang-bintang menyinari jalanmu, Eragon Bromsson..."


Eragon dan naganya, Saphira, berhasil bertahan hidup setelah pertempuran kolosal melawan para prajurit kekaisaran di Dataran membara. Namun masih banyak yang harus dihadapi sang Penunggang dan naganya ini.


Eragon harus menyelamatkan Katrina, kekasih Roran, dari cengkraman Raja Galbatorix, sesuai janijnya pada abangnya itu. Tetapi kaum Varden, elf, dan kurcaci pun membutuhkan bantuan sang Penunggang.


Ketika keresahan melanda para pemberontak dan bahaya mengincar dari segala arah. Eragon harus mennetukan pilihan-pilihan yang akan membawanya ke seluruh penjuru Kekaisaran, bahkan lebih. Pilihan yang bisa saja memaksanya melakukan pengorbanan yang tak terbayangkan.



***

Setelah Eragon bertemu dengan abangnya, Roran. ia berjanji, bersama-sama mereka akan membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac. Mereka pun memulai misi penyelamatannya. Eragon dan Roran pergi ke saran Ra'zac, Dras-Leona. Mereka terbang, menunggang Saphira agar perjalanan mereka cepat, karena kaum Varden juga membutuhkan Eragon dan Saphira. Singkat cerita, Eragon dan Roran berhasil menyelamatkan Katrina. Tetapi pada saat mereka menyelamatkan Katrina, Eragon menemukan Sloan dengan keadaan buta, ia memutuskan untuk menyembunyikan keberadaan Sloan agar tidak terjadi pertikaian yang semakin memperumit keadaan perang. Eragon memantrai sloan agar tertidur dan memberitahu Roran serta Katrina bahwa Sloan telah meninggal. Setelah itu, Eragon menyuruh -dengan paksa- Saphira membawa Roran dan Katrina menuju kaum Varden tanpa membawa dirinya, karena ia ingin meyelesaikan perkera mengenai Sloan. Setelah ia membawa Sloan keluar kota Dras-Leona, ia menyihir Sloan agar ia berjalan menuju tempat para elf disertai mantra-mantra lainnya agar ia selamat sampai tujuan. Dan Eragon kembali ke Kaum Varden.


Karena pada pertempurn di Dataran membara, para kurcaci kehilangan Raja mereka, Hortgar, para kurcaci memutuskan untuk melakukan pemilihan Raja yang baru. Nasuada, sebagai Pemimpin kaum Varden yang baru, menggantikan ayahnya yang meninggal, Ajihad, Memerintahkan Eragon untuk ikut serta dalam pemilihan Raja baru kaum kurcaci. Pada suatu hari, saat Eragon berjalan-jalan di labirin Farthen-Dur yang dibuat oleh para kurcaci pada masa lalu, ia diserang oleh sekelompok knurlaf, dan knurlaf ini melanggar budaya para kurcaci, bahwa tamu harus di pelakukan secara terhormat dan kesopanan yang tinggi. Eragon memberi tahu Orik, yang sekarang menggantikan Hortgar sebagai ketua klan, Orik mulai meyelidiki siapa dibalik penyerangan terhadap Eragon ini, dan ia menemuka bahwa Vermund yang otak dibalik penyerangan terhadap Eragon. Akhirnya Vermund, beserta anggota klannya di kucilkan oleh anggota klan yang lain. Akibat insiden penyerangan terhadap Eragon, dan pengucilan Vermund atas usulan Orik, untuk sementara suara dan simpati berbalik menghadap Orik. Ketika pemungutan suara untuk menentukan Raja Kurcaci yang baru, Orik sebagai perwakilan klan Durgrimst Ingeitum terpilih untuk menjadi Raja kurcaci yang baru. 


Setelah bergelut dengan para kurcaci dalam pemilihan Raja yang baru, Eragon kemudian terbang menuju Ellesmera, kembali untuk menemui gurunya, Si Utuh yang cacat. Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi otak Eragon, tidak sabar untuk dilemparkan untuk gurunya itu. Keputusannya untuk menemui Oromis dan Glaedr -Guru mereka- ternyata merupakan keputusan yang tepat. Eragon dan Saphira akhirnya mengetahui rahasia keuatan Raja Galbatorix, yaitu Eldunari, Jantung dari Jantung, terdapat di dalam tubuh naga. Dengan Eldunari, Raja Galbatorix dapat meningkatkan kekuatannya karena menyerap energi naga yang terakumulasi dalam Eldunari tersebut. Eragon juga mengetahui siapa Ayahnya yang sebenarnya, ternyata apa yang dikatakan Murtagh, bahwa Morzan adalah ayah mereka tenyata salah, walaupun Murtagh benar bahwa mereka satu ibu, yaitu Selena. Ayah Eragon yang sebenarnya adalah Brom, seorang pendongeng tua dan Penunggang Naga yang menemani Eragon dalam perjalanannya, dan meninggal pada saat mereka di Dras-Leona, memburu Ra'zac. Eragon juga akhirnya mendapat pedang yang sangat menginginkannya. Rhunon, elf waniat sang pengrajin pedang membuatkan Eragon pedang, dengan cara yang tidak biasa agar tidak melanggar sumpahnya, yaitu menggunakan tubuh Eragon sebagai perantara untuk menempa dan membentuk pedang Eragon. Eragon menamakan pedang itu Brisingr dan ketika Eragon menyebutkan nama pedangnya, pedang itu mengeluarkan api biru yang mengangumkan. Tidak ada yang bisa mnejelaskan mengapa terjadi demikian, bahkan Rhunon tidak mengetahui pasti mengapa pedang Eragon mengeluarkan api.


Eragon akhirnya meninggalkan Ellesmera, kota para kurcaci bersama Oromis dan Glaedr, mereka berpisah saat mereka telah mencapai perbatasan, Oromis dan Glaedr menuju Gil'ead sedangkan Eragon menuju Fainster, membantu para pejuang Varden untuk merebut kota itu.



***

Brisingr, judul novel ini diambil dari nama pedang Eragon yang di buat oleh Rhunon. Pada Buku Warisan ke tiga ini, Brisingr tidak kalah menarik dengan buku warisan pertama (Eragon) dan buku warisan ke tiga (Eldest). Plot Brisingr juga disusun dengan sangat rapi. Kaitan antar plot sangat menarik dan menghidupkan suasana di dalam otak kita saat membaca.


Novel ini juga terdapat dialog-dialog cerdas yang dilontarkan Saphira dan Eragon. Cristopher Paolini lebih banyak berimprofisasi lagi dalam novel buku warisan ke tiga ini. Seperti Paolini, sangat tegas menggambarkan sistem Kerajaan kurcaci, yang bercorak Kerajaan tetapi memiliki sistem pemerintahan Demokratis. Sangat brilian. Tidak hanya itu, kecerdasan Paolini menghadirkan ketegangan di dalam cerita itu. 


ide-ide yang diselipkan oleh penulis juga sangat bagus, tidak dapat ditebak, tetapi tidak membosankan. Setiap petualangan Eragon yang dijejalkan ke dalam tiap bab selalu sukss membawa decak kagum di mulut para pembaca. Brisingr, buku ke tiga siklus warisan sangat spektakular.


Cover Brisingr kembali lagi, tidak ada bedanya dengan dua buku warisan pendahulunya, masih tetap simple, tetapi juga masih menarik. Mungkin pembahasan tentang cover akan hanya sampai pada Buku warisan ke tiga ini, karena saya yakin buku keempat pun akan tidak menampakan perbedaan signifikan dari segi cover.. heheheh..


soo.. well.. buku Brisingr sangat menakjubkan untuk dibaca, jangan lewatkan buku warisan ke tiga ini, membaca Eragon dan Eldest tanpa melanjutkan ke Brisingr hanya akan menjadi kehampaan di otak klalian... lagi pula Brisingr sangat menghibur dan menggelitik imajinasi kita untuk terbang ke langit ke tujuh, membayangkan sesuatu yang mustahil, melepaskan sejenak dari kepenatan.. so this is recomended for u guys...

ELDEST #2 BUKU WARISAN



Penulis : Christopher Paolin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 751 Halaman
ISBN : 979-22-1718-5


"Kegelapan turun..."
"Pedang beradu indah..."
"kejahatan menang..."


Eragon dan naganya, Saphira, berhasil menyelamatkan para pemberontak dari Raja Galbatorix, penguasa kejam Kekaisaran. Sekarang Eragon harus pergi ke Ellesmera, negeri para elf, untuk mempelajari lebih dalam ilmu sihir dan ilmu pedang, keahlian utama Penunggang Naga. Perjalanan yang luar biasa itu membuatnya sampai di banyak tempat yang memikat dan menemui orang-orang yang menakjubkan. Setiap hari merupakan petualangan baru. Namun kekacauan dan penghianatan menghantuinya, Eragon jadi tidak tahu siapa yang bisa dipercayainya.

Sementara itu, sepupunya Roran kembali harus menghadapi pertempuran di Carvahall - pertempuran yang menyebabkan Eragon berada dalam bahaya yang lebih besar lagi.

Apakah tangan penuh darah sang raja akan menghantam semua usaha untuk melawannya? Eragon kali ini mungkan takkan berhasil meloloskan diri, biarpun eragon mengorbankan nyawanya.

***

Tiga hari setelah para urgal menyerang kediaman Kurcaci, Eragon, Saphira, Arya -Elf- dan Orik utusan Raja Kurcaci Hortgar, bersama-sama melakukan perjalanan ke Ellesmera, begitu banyak rintangan yang mereka lalui untuk sampai di Ellesmera. Sebelum mereka berangkat ke Ellesmera, Raja Kurcaci mengadopsi Eragon sebagai salah satu anggota keluarga dari klannya.

Sesampainya di Ellesmera, para elf mengantar Eragon ke tempat ia bisa bertemu dengan gurunya, Si utuh yang cacat. Betapa kagetnya ia dan Saphira, ketika mengetahui bahwa Si utuh yang cacat-guru mereka- adalah seorang Penunggang Naga, penunggangnya bernama Oromis dan naganya bernama Glaedr. Oromis dan Glaedr mengalami sakit akbiat luka-luka lama yang menyebabkan mereka tidak bisa bertarung, itulah alasan mengapa mereka tidak pernah menampakkan diri ke dunia luar, mereka ingin bertahan hidup untuk mewariskan segala tentang Penunggang Naga kepada Penungga Naga yang baru. Eragon menemukan berbagai sensasi baru ketika ia berada di Ellesmera, dan ia juga menyadari bahwa betapa ia mencintai Arya, Putri rati Izzalandi.

Sementara itu, Roran, sepupu Eragon, mengalami petualangannya sendiri. Ra'zac dan sekelompok prajurit dikirim oleh Raja Galbatorix untuk menangkap Roran untuk memancing Eragon. Akan tetapi Roran berhasil kabur dan bersembunyi di Pegunungan Spine.

Roran dan beberapa penduduk desa berniat mengusir Ra'zac dan prajurit-prajurit itu. Dalam usaha mereka, banyak penduduk desa yang terbunuh karenanya. Dalam situasi yang genting itu, Sloan melakukan penghianatan. Ra'zac menculik Katrina, tunangan Roran, serta Sloan, mereka dibawa menuju tempat persembunyian Ra'zac. Roran sangat sedih akan hal itu, Ia pun Bertekad menyelamatkan Katrina dan mengkomandoi seluruh penduduk desa untuk ber-migrasi menuju Surda, karena itulah satu-satunya tempat ter-aman bagi mereka dan Roran dapat menemukan cara untuk menyelamatkan Katrina.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Ellesmera, Eragon bergegas terbang menuju Kaum Verden yang tengah siap untuk berperang. Dalam peperangannya, Eragon terkejut melihat ada Penunggang Naga yang lain. Penunggang Naga tersebut membantai prajurit dan membunuh Raja Kurcaci Hortgar, pukulan telak bagi Kaum Kurcaci. Eragon dan Saphira bertarung melawan Penunggang Naga itu, ketika ada kesempatan, Eragon membuka helm sang Penunggang, Eragon terkejut setengah mati saat melihat wajah murtagh. Pertarungan kembali berlanjut, Murtagh dan Thorn - Naganya - mengalahkan Eragon dan Saphira, tetapi mereka diberi ampunan oleh Murtagh dan melepaskan sihir yang dilontarkan Murtagh ke Eragon dan Saphira. 

Eragon dan Roran akhirnya bertemu setelah sekian lama takdir memisahkan mereka, Roran memberi tahu Eragon bahwa Katrina diculik oleh Ra'zac, dan ia ingin membebaskan Katrina, sang pujaan hatinya. Eragon pun berjanji untuk ikut membantu membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac.

***

Novel ke dua dari Siklus Warisan ini, Eldest, sangat menarik. Buku ini melanjutkan petualangan Eragon, Tokoh utama dalam siklus warisan ini, dalam memerangi Raja Galbatorix yang jahat. Dalam buku ke dua ini, Penulis menambahkan rangakaian plot yang tidak di duga oleh pembaca. Christopher Paolini dalam Buku pertamanya seperti menyuruh kita membuat suatu argumen tentang kejadian selanjutnya, dan pada buku ke dua ini, Eldest, seakan-akan Paolini meluruskan argumen yang salah dari kita pada saat membaca buku pertama, Eragon. Seperti pada saat Angela meramalkan  Eragon akan terjadi penghianatan oleh Saudaranya sendiri, sebelum kita membaca Eldest, pasti kita akan berfikir bahwa yang akan menghianati Eragon adalah Roran, sepupunya, ternyata dugaan itu salah, dan diluruskan di dalam Buku siklus warisan yang ke dua ini.

Eldest, plotnya sangat cerdas dan inovatif, tidak monoton dan tidak mudah ditebak. Buku ini memberikan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada buku warisan pertama, tanpa menghilangkan pertanyaan itu sendiri. Buku ini memberi kita jawaban, setelah itu membrikan kita pertanyaan baru lagi, sehingga kita semakin penasaran akan kejadian selanjutnya. Begitu banyak misteri.. hihihihi <(-__-)>

Penulis juga memberikan tambahan plot yang sangat cemerlang, yaitu ketika Eragon menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Arya, tetapi menurut saya, plot ini cukup membosankan, kerena kita sudah bisa menebaknya pada buku warisan pertama. Dan sangat klasik menurut saya... 

Selain plot-plot yang menarik telah di hadirkan dalam novel ini, Eldest, penggambaran akan suasana perang semakin nyata, dan banyak tokoh-tokoh baru yang menyita perhatian kita yang dihadirkan oleh penulis, seperti Oromis dan Glaedr, Ratu Izzalandi dsb. Latar dari tiap petualangan yang dilakukan oleh Eragon juga semakin fariatif, seperti pada saat perayaan sumpah darah, hal yang sangat menarik pada latarnya yaitu pohon menoa, betapa cerdiknya penulis menghadirkan pohon Menoa yang disebut sebagai pusat dan ibu dari hutan, penggambar akan Menoa sangat imajinatif.

Cover dari Eldest ini tidak banyak perbedaan dengan cover Eragon, keduanya hampir mirip, yang membedakan hanyalah ada beberapa sisik Eldest yang dibuat mengkilap dan bercahaya ketika terkena cahaya, selain itu tidak ada yang beda. but over all buku ini sangat menakjubkan dan menacing daya imajinasi kita lebih bergolak.

yuppyy.. guys, buku ke dua dari siklus warisan, Eldest sangat menghibur, sekali lagi buku ini dapat mengalihkan saya dari kejenuhan akan aktifitas kuliah, serta merefresh otak saya dari sekelumit tugas.. hehehe <(^_^)>, it's recomended for you guys...

Jumat, 24 Oktober 2014

ERAGON #1 BUKU WARISAN




Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Sendra B. Tanuwidjaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Keenam, Januari 2006
Jumlah Halaman : 568 Halaman
ISBN : 979-22-0862-3


Aku berfikir dan mendalam selama beberapa hari terakhir, dan kusadari apa artinya menjadi naga dan penunggang : sudah menjadi takdir kita untuk mecoba yang mustahil, untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar tanpa memedulikan rasa takut. itulah tanggung jawab kita kepada masa depan.

Suatu hari Eragon, anak petani miskin berusia lima belas tahun, menemukan "batu" berawarna biru yang indah. Ternyata batu itu telur naga! Ditemani Brom si pendongeng tua dan naga yang dinamainya Saphira, Eragon belajar berbagai hal mengenai sejarah dan naga. Brom juga mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pdang karena ternyata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Klan ini punah karena ditumpas Raja Galbatorix yang kejam.

Berbekal ilmu dari Brom, Eragon bertekad membangun kembali klan Penunggang Naga, meskipun itu berarti ia harus menghadapi berbagai makhluk ajaib seperti elf, kurcaci, Urgal, Ra'zac, dan Shade, yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi daripada dirinya.

***

Siapa sangka seorang anak petani miskin bernama Eragon akan menjadi penentu akan alur nasib yang sangat besar. Menjadi rebutan berbagai kaum. Hal ini dimulai ketika Eragon menemukan telur naga dipegunungan Spine, dan ternyata telur naga itu adalah salah satu telur naga Raja Galbatorix yang di curi. Hal ini membuat Raja Galbatorix memerintahkan Ra'zac untuk mencari telur naga itu. Ternyata nasib buruk menimpa keluarga Eragon, Garrow, ayah angkat Eragon dibunuh oleh Raz'ac saat mereka datang ke rumahnya, Sloan yang memberitahu mereka, bahwa Eragon memiliki telur naga itu. 

Eragon mulai bersahabat dengan Brom, si pendongen tua karena Brom banyak mengetahui tentang naga dan sihir. Eragon, Brom, dan Saphira Naga Eragon berpetualang mencari Raz'ac untuk membalaskan dendam ayah angkatnya, Garrow. Dalam perjalanannya, Eragon melihat berbagai macam hal. Ketika Eragon tiba disuatu desa dan ia tiba-tiba disuguhi pemandangan yang tidak nyaman. Ia melihat tumpukan mayat ditengah-tengah desa itu, mereka dibantai dengan beringas oleh para Urgal. 

Saat di Teirm, Eragon bertemu dengan seorang penyihir, Angela namnaya. Ia meramal masa depan Eragon. Penyihir itu meramalkan, bahwa akan ada kematian yang menunggu di depannya, ternyata kematian itu adalah Brom. Angela juga mengatakan, bahwa di masa depan Eragon akan bergelut dalam romantisme cinta yang legendaris, dengan seseorang dari kalangan bangsawan. 

Setelah Brom meninggal, Eragon melanjutkan petualangannya bersama Murtagh. Pada saat mereka dalam perjlanan ke Gil'ed untuk bertemu dengan dormnad, mereka dikepung oleh sekawanan Urgal dan ternyata itu adalah jebakan, taktik untuk menangkap Eragon. Eragon di tahan di Gil'ed dan ia bertemu dengan wanita yang sering hadir di mimpinya. Wanita itu adalah Elf.

***

Novel berjudul Eragon ini sangat fantastis, menarik, dan membawa kita kedalam imajinatif terdalam diri kita. Novel berjudul Eragon ini menggambarkan ikatan batin antara seekor naga dan seorang manusia. Crishopher seolah-olah ingin menjabarkan dan menjelaskan kepada kita bahwa naga bukanlah hewan yang semata-mata dikenal buas dan beringas, tapi naga juga bisa menjadi hewan yang bijak, setia dan penuh kearifan, seperti yang digambarkan dalam sosok Saphira. 

Novel ini mengajak kita untuk menerawang lebih jauh dan menimbulkan berbagai tanda tanya yang akan terus menguras otak kita. Apalagi pada part, saat sang penyhir, Angela meramalkan masa depan Eragon, dan mengatakan bahwa ibu Eragon pernah diramal juga oleh Angela. Ramalan angela menimbulkan pertanyaan dibenak kita, "apa nasib yang menunggu Eragon?","siapa gadis yang akan terlibat asmara dengan Eragon?","apakah mereka akan menikah dan punya anak?","kenapa eragon harus meninggalkan alegasia?","siapa orang tau kandung eragon?","mengapa ia diesarkan oleh garrow?" pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang akan muncul dibenak kalian ketika membaca Novel yang sangat mengagumkan ini.

Cristopher Paolini dalam mendeksripsikan tempat sangat detail, sehingga kita (pembaca) tidak terlalu sulit membayangkan tempat itu. Cristopher seolah-olah menggambarkan tempat itu ada dan nyata, dengan berbagai deksripsi tentang makhluk, suasana, topologi bahkan jarak,  Cristopher sangat merinci. Novel ini tidak membuat kita meng-awang-awang tentang suatu tempat dalam ceritra ini, ia seperti meng-absolutkan latar tempat novel ini dalam otak kita. 

Cover Novel Eragon ini juga sangat menggertak, menurut saya. membangkitkan minat orang-orang yang melihat untuk membaca. Sekilas jika dilihat, novel ini mungkin akan mengisahkan petualangan seorang naga, dan naga itu adalah Eragon. Tetapi para pembaca ditipu oleh covernya, taktik yang bagus menurut saya. hahahaha.. good idea Cristopher <(^_^)>. Tidak ada yang kurang dari covernya, warna biru sebagai dasar, kemudian di tampilakn gambar naga bersisik biru, simple tapi menarik.

<(^_^)> yuoo.. guys,, sekali lagi Novel Eragon ini dapat menghibur saya dan merefleksikan sedikit otak disela-sela kuliah yang sangat padat. this is recomended for you guys, let's read this... c'mon,

Selasa, 21 Oktober 2014

AERIE #3 THE FALLEN SERIES




Penulis : Thomas E. Sniegoski
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penyunting : Dhewiberta
Pemeriksa Aksara : Isnaeny, Intan Ren
Perancang Sampul : Tyo
Penata Aksara : Beni
Penerbit : Mizan Fantasi
Cetakan : Pertama, Oktober 2011
Jumlah Halaman : 355 halaman
ISBN : 978-979-433-641-0


" ...Tersembunyi dari mata dunia, tempat itu sarat harapan dan perlindungan"

".. Apakah kau ingat seperti apa rasanya sebelum perang, sebelum kau mendengarkan bujukan memabukkan dari Bintang Fajar? Ingatkah kau, Alastor?"

Ribuan tahun duburu oleh Verchiel dan kelompoknya, para malaikat terbuang memiliki sebuah perlindungan yang tersembunyi. Aerie. Tak seorang pun tahu di mana letak tempat misterius itu, surga di bumi bagi oara malaikat terbuang dan keturunannya, atau yang disebut Nephilim.

Aaron, Nephilim yang harus memenuhi Nubuat ribuan tahun untuk mempersatukan para malaikat terbuang dengan pencipta mereka, akhirnya berhasil menemukan tempat itu. Aaron sadar bahwa penghuni Aerie menaruh harapan besar atas kedatangannya. Namun, harapan itu mengandung maut. ya, kedatangan Aaron juga memandu Verchiel, sang pemburu, menjumpai buruannya.

peperangan agung semakin tak terelakkan. verchiel berhasil menyerang Vilma, pacar Aaron. Dalam posisi dilematis itu, mampukah Aaron menggerakkan segenap kekuatan rahasianya untuk mengatasi malaikat arogan tersebut?

***

Dalam perjalanannya mencari Aerie bersama Camael dan anjing labradornya Gabriel, Aaron bertemu dengan tiga malaikat di restoran cepat saji. Aaron diberitahu oleh Camael bahwa tiga malaikat itu, dua diantaranya adalah kekuatan; yang lain, bekas malaikat. Camael mendongakkan kepalanya yang berambut putih keperakan dan mengendus, rambut janggutnya berkedut, "anggota kelompok Cherubim, kukira. Aku menyadari kehadiran mereka sejak kita berhenti disini."

Sejak Aaron, Camael dan Gabriel meninggalkan Maine mereka belum pernah melakukan kontak dengan malaikat lagi. Saat itu adalah pertamakalinya mereka bertemu dengan malaikat lainnya. Aaron ingin menyelamatkan adiknya, Stevie. Aaron akhirnya mengikuti tiga malaikat tadi, tidak perduli resiko apa yang akan menunggu di depan nantinya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda. Verchiel merasa dirinya tertarik kepada ruang kelas yang terdapat di dalam Panti Asuhan St. Athanasius di mana tawanan itu dikurung. Berdiri diruangan yang gelap, Malaikat itu menatap sosok yang meringkuk dan pura-pura tidur di dalam penjaranya, dan terkagum-kagum betapa kadang besi sederhana itu dapat memuat kejahatan yang begitu besar. Verchiel ingin menghancurkan tawanan itu. Sangat ingin.

"Apakah aku begitu menariknya?" tanya tawanan itu dari kandangnya. Dia perlahan-lahan bergerak menuju posisi duduk. "Rasanya, kita tidak bertemu sesering ini ketika kita masih tingal di Surga." Verchiel merinding tempat tinggalnya yang dahulu disebut-sebut; telah begitu lama waktu berlalu.

Aaron, Camael dan Gabriel si anjing labrador sedang mengikuti ketiga malaikat tadi. Johiel, sang malaikat terbuang berusaha menghubungi sang kekuatan dengan tanpa berfikir panjang, Johiel berfikir bahwa kekuatan akan menunjukkan belas kasih kepada dirinya. Namun, dia telah sangat lelah hidup dalam ketakutan; tekanan awan mendung terus-menerus menggantung di kepalanya, tanpa tahu kapan hidupnya berakhir. Ketika Johiel hampir mencapai jalan raya, tanah di depannya tiba-tiba meledak. Johiel terpogoh-pogoh bangit dan berbalik untuk melihat dua malaikat yang berpakaian amat rapi dan tersenyum berjalan di hutan menuju ke arahnya. 

"Aku punya informasi," kata Johiel, tiba-tiba merasa tidak yakin. Pikiran bahwa dia akan menghianati mereka yang pernah menyambutnya dalam lindungan mereka membuatnya gugup. "Aku tahu lokasi tempat yang kalian cari mati-matian selama ini, tapi belum berhasil kalian temukan."

***

Buku seri ke tiga dari the Fallen ini sangat menarik. Tidak ada perubahan yang signifikan di edisi ke tiga ini , Aerie, jika ditinjau dari cara menulis, hanya saja penulis lebih membubuhkan emotional seoason kedalam cerita ini.  Thomas membubuhkan romansa percintaan remaja pada novel Aerie, sehingga sangat menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan seri pertama , The Fallen dan seri kedua, Leviathan, Aerie lebih berwarna dan begitu banyak emotional-emotional yang dihadirkan oleh penulis, sehingga para pembaca tidak hanya disuguhkan dengan penggambaran Malaikat saja, tetapi juga melukiskan percintaan antara dua Nephilim muda serta ikatan persahabatan antar Nephilim, hal itu membuat pembaca tidak merasa bosan. 

Disamping romansa percintaan tadi, di Novel seri ke tiga The Fallen, Aerie, sekuel-sekual adrenalinnya lebih banyak dibanding The Fallen dan Leviathan. Kejadian saat pertarungan juga dipaparkan dengan sangat detail, maka dari itu para pembaca seperti tertarik kedalam perang tersebut dan ikut merasakan atmosfer pertempuran.  

Bukan hanya itu saja, novel Aerie ini juga agak menggelitik perut, menurut saya. Terdapat beberapa part yang sangat mengundang senyum terlukis di wajah para pembaca, termasuk saya. Di seri Aerie ini, Gabriel termasuk sangat aktif dalam berdialog, dan terkadang kata-kata yang dilontarkan oleh gabriel mengundang tawa juga. :D.. ehhe, dibandingkan dengan seri The Fallen dan Leviathan. Thomas E. seniogaski, di buku seri ke tiganya ini sangat berimprofisasi, penulis menghadirkan karakter baru, malaikat dengan senjata pistol, tidak seperti malaikat lainnya yang menggunakan trisula, pedang atau tombak. menurut saya hal itu sangat keren...

Aerie terlihat menarik dengan cover yang menampilkan gambar gereja dan pilar-pilar kokoh yang menjulang. Gradasi warna hitam di pokok kiri atas menambah dramatis cover Aerie. Dibagian bawah terdapat malaikat memakai baju warna merah, tapi alangkah lebih baik jika gambar malaikat itu ditiadakan saja. but... guy's.. overall buku ini sangat menarik untuk dibaca..<(^_^)>

Aerie by Thomas. E Sineogaski, sekali lagi dapat menemani saya dalam kekosongan. Bacaan yang sangat seru, dan penuh emosi, serta berkelas. I recomend it for you guy's.. kalian harus baca Aerie. SELAMAT MEMBACA... 6(^_^)9

DUNIA SOPHIE




Penulis : Jostein Gaarder
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penyunting : Yuliani Liputo dan Adityas Prabantoro
Proofreader : M. Eka Mustamar
Ilustrator Isi : Guntur
Penerbit : Mizan
Cetakan : VI, Oktober 2012 (Gold Edition)
Jumlah Halaman : 798 halaman
ISBN : 978-979-433-574-1



"pada suatu titik, sesuatu berasal dari ketiadaan"

seorang gadis kecil berusia 14 tahun menerima sebuah amplop berisi tentang sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya untuk diterimanya. Gadis yang semula hanya memikirkan sesuatu yang sederhana beralih menjadi seorang gadis yang berfikir kritis akan semuanya, akan keeksistesian sesuatu. 

"Siapa yang akan menyangka bahwa amplop yang di terima oleh gadis itu adalah sebuah pelajaran filsafat yang notabenenya sangat sulit ditelaah?"

Dilema melanda gadis itu ketika ia disadarkan oleh surat hasil ketikan orang yang tidak ia kenal terus-menerus mendatanginya. beribu tanda tanya muncul di benak sang gadis yang masih belia ini. 

"siapa gerangan orang ini?"

"Kenapa harus dia yang menerima materi filsafat ini?"

"Apa maksud dari pertanyaan dan penjelasan yang di jabarkan di dalam surat ini?"

Belum selesai bergelut dengan pertanyaan mengenai isi, tujuan, arti dari surat-surat yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal itu. tiba-tiba otak gadis ini di jejali sebuah misteri yang sama rumitnya dengan pertanyaan yang belum terjawab tadi, nyaris. Ia menerima sebuah kartu pos yang ditujukan ke alamatnya, tapi bukan untuknya. Sebuah surat ucapan selamat ulang tahun oleh ayah ke anaknya. Hilde Moller Knag.

Akankah gadis itu menemukan jawaban dari maksud, arti dan tujuan surat itu? dan apakah ia akan tahu siapa sebenarnya Hilde itu? Mengapa surat dari ayah Hilde ditujukan ke alamatnya? apakah Hilde mengenal dirinya? 

***

Bagaimana bisa seorang gadis kecil yang berumur 14 tahun menelaah isi surat itu?. filsafat! hal yang rumit sedimikan kompleksnya bahkan orang dewasapun sulit mengerti dan memahami ini, lantas bagaimana bisa hal yang orang dewasapun sulit untuk mengerti justeru dipaksakan masuk dan dijejalkan ke otak seorang gadis kecil  berusia 14 tahun. tetapi apakah kalian yakin filsafat serumit itu? Apakah benar anak kecil tidak mampu untuk belajar filsafat? Apakah filsafatnya yang rumit atau malah para orang dewasa yang tidak mau? yakinkah kalian?

seorang gadis kecil bernama Sophie Amunsend sedang menempuh jalan pulang menuju rumahnya bersama sahabanya Joanna. Mereka sedang membicarakan robot. Sophie tidak setuju jika otak manusia disamakan dengan sebuah komputer canggih. Sophie tidak terlalu sepakat. tentunya otak manusia tidak sesederhana sebuah perangkat keras bukan?!! ketika sampai didepan swayalan sophie dan joanna berpisah.

Sesampainya Sophie dirumah, ia mengecek kotak surat dan betapa kagetnya Sophie ketika ia menemukan sebuah surat berupa amplop putih tertulis : "Sophie Amundsend, 3 Clover Close" tanpa ada nama pengirimnya, bahkan perangkopun tidak. Sophie lalu bergegas menutup pintu gerbang dan bergegas membuka amplop itu. Shopie heran. Dia merasa aneh saat mengeluarkan secarik kertas yang tidak lebih besar dari amplopnya. Didalamnya tertulis "siapakah kamu?". "Pertanyaan yang aneh" batin Sophie. ia bergegas memasuki rumah. Ia menuju kedepan cermin. Ia menatap bayanganya yang terpantul di cermin. "kamu adalah aku" kata Sophie sambil menunjuk bayangannya. tetapi Sophie tidak merasa puas. ia kemudian merubah redaksi kalimatnya "aku adalah kamu" katanya lagi. tetapi lagi-lagi sophie belum puas dengan itu. "Aku adalah Sophie Amundsend" ujar Sophie, tapi bagaimana Sophie bisa yakin bahwa ia adalah Sophie Amunsend. Bagaimana jika ternyata dirinya bukanlah Sophie Amunsend itu. Bagaimana jika ia terlahir dengan nama lain, apakah ia akan tetap menjadi Sophie amunsend saat ini? sukses surat itu membuat Sophie bingung. Sangat bingung.

Surat demi surat datang menghampiri Sophie, sampai suatu ketika sang pengirim surat, guru filsafatnya, Alberto Knox mengajak Sophie untuk bertemu. bertatap muka secara langsung. Hal ini membuat Sophie kaget. Bagaimana mungkin ia akan bertemn\u dengan orang yang ia tidak kenal sama sekali. Gereja St. Mary, tempat yang telah ditentukan oleh Alberto Knox untuk bertemu dengan sophie. Alberto menyuruh Sophie datang ke Gereja itu pagi - pagi sekali. Sophie menyusun rencana untuk menipu ibunya. Ia berbohong kepada ibunya, bahwa ia menginap di rumah joanna. Sophie melaksanakan aksinya, ia menuju Gereja St. Marry. Sudah hampir jam delapan ketika dia berdiri di pintu masuk gereja batu kuno itu. Sophie mencoba membuka pintu besar. Tidak terkunci! Sophie melangkahkan kakinya, memasuki gereja kuno itu dan......

 ***

Cara penulis menyampaikan materi filsafatnya sangat menarik. Para pembaca diajak memposisikan sebagai tokoh utama novel ini, yaitu Sophie Amunsend. Sehingga para pembaca merasa tertarik masuk dalam perkara-perkara yang dibuat oleh penulis. Masalah yang dihadirkan oleh penulis juga sangat kompleks. Sebuah problema yang tidak sempat terfikirkan. Para pembaca juga disuguhi filsafat dengan kalimat-kalimat yang sederhana sehingga paradigma pembaca tentang filsafat itu sulit dan rumit berubah. "ternyata tidak. filsafat tidak serumit itu" mungkin kalimat itu yang diinginkan oleh penulis dari para pembaca.. 

Menurut saya Jostein Gaarder sengaja menghadirkan tokoh seorang gadis berusia 14 tahun dengan plot sedang diajari filsafat oleh seseorang yang bernama Alberto Knox agar para pembaca yang sudah dewasa "tersindir" bahwa filsafat itu mudah. hihhihi <(^_^)> dan juga Jostein juga ingin menyadarkan para orang dewasa agar terlepas dari kabut dunia dan kenyamanan dunia. 

Pemberian teori-teori yang dikemukakan oleh para filsuf purba seperti Plato, Aristoteles, Anaxemindes, Democritus, dsb tidak terlalu kaku, sehingga para pembaca tidak merasa sedang membaca sebuah buku pelajaran filsafat melainkan sedang membaca buku dongeng. heheh.. (^_^). Kalimat yang digunakan oleh Jostein tidak terlalu bertele-tele atau berputar-putar. kalimatnya tegas dan to the point, memungkinkan agar pembaca tidak terlalu bingung mencerna filsafat. Menurut saya, buku ini good recomended untuk 16 tahun keatas, karena pada masa itulah pencarian hidup oleh seorang manusia dimulai dan hal itu bisa dimulai dengan membaca buku ini. heheeh.. 6(^-^)9

Novel ini juga cukup dapat menerbitkan senyum di wajah para pembaca. Pernyataan-pernyataan aneh dan kocak yang dilontarkan oleh Sophie saat memepelajari filsafat membuat saya tersenyum sesekali. Ada sebuah part yang menurut saya lucu (entah selera humor saya yang kurang baik)yaitu, saat ibu sophie mengira anaknya sedang jatuh cinta, ibunya juga mengira anaknya sedang terlibat asmara dengan pecandu obat-obatan. 

Covernya, ada kemiripan dengan cover Harry Potter cetakan lama. Tapi Covernya lumayanlah, cukup menggugah hati untuk membaca. tetapi menurut saya, interesrting level-nya bakal lebih naik jika novel ini dikemas dengan hardcover yang tebal, terbuat dari kulit, sehingga kesan filsafatnya lebih menonjol.  Dan sensasi ke-kuno-annya juga menonjol. Saya suka yang berbau lama dan kuno. tapi mungkin level cost-nya mungkin akan naik juga. heheh..

Dunia Sophie. Karya yang cerdas, inspiratif, dan menggugah kesadaran akan kebenaran keeksistensian dunia dan manusia. Karya yang cerdas serta memanjakan otak. SELAMAT MEMBACA.. <(^_^)>. 6(^-^)9