Selasa, 21 Oktober 2014

AERIE #3 THE FALLEN SERIES




Penulis : Thomas E. Sniegoski
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penyunting : Dhewiberta
Pemeriksa Aksara : Isnaeny, Intan Ren
Perancang Sampul : Tyo
Penata Aksara : Beni
Penerbit : Mizan Fantasi
Cetakan : Pertama, Oktober 2011
Jumlah Halaman : 355 halaman
ISBN : 978-979-433-641-0


" ...Tersembunyi dari mata dunia, tempat itu sarat harapan dan perlindungan"

".. Apakah kau ingat seperti apa rasanya sebelum perang, sebelum kau mendengarkan bujukan memabukkan dari Bintang Fajar? Ingatkah kau, Alastor?"

Ribuan tahun duburu oleh Verchiel dan kelompoknya, para malaikat terbuang memiliki sebuah perlindungan yang tersembunyi. Aerie. Tak seorang pun tahu di mana letak tempat misterius itu, surga di bumi bagi oara malaikat terbuang dan keturunannya, atau yang disebut Nephilim.

Aaron, Nephilim yang harus memenuhi Nubuat ribuan tahun untuk mempersatukan para malaikat terbuang dengan pencipta mereka, akhirnya berhasil menemukan tempat itu. Aaron sadar bahwa penghuni Aerie menaruh harapan besar atas kedatangannya. Namun, harapan itu mengandung maut. ya, kedatangan Aaron juga memandu Verchiel, sang pemburu, menjumpai buruannya.

peperangan agung semakin tak terelakkan. verchiel berhasil menyerang Vilma, pacar Aaron. Dalam posisi dilematis itu, mampukah Aaron menggerakkan segenap kekuatan rahasianya untuk mengatasi malaikat arogan tersebut?

***

Dalam perjalanannya mencari Aerie bersama Camael dan anjing labradornya Gabriel, Aaron bertemu dengan tiga malaikat di restoran cepat saji. Aaron diberitahu oleh Camael bahwa tiga malaikat itu, dua diantaranya adalah kekuatan; yang lain, bekas malaikat. Camael mendongakkan kepalanya yang berambut putih keperakan dan mengendus, rambut janggutnya berkedut, "anggota kelompok Cherubim, kukira. Aku menyadari kehadiran mereka sejak kita berhenti disini."

Sejak Aaron, Camael dan Gabriel meninggalkan Maine mereka belum pernah melakukan kontak dengan malaikat lagi. Saat itu adalah pertamakalinya mereka bertemu dengan malaikat lainnya. Aaron ingin menyelamatkan adiknya, Stevie. Aaron akhirnya mengikuti tiga malaikat tadi, tidak perduli resiko apa yang akan menunggu di depan nantinya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda. Verchiel merasa dirinya tertarik kepada ruang kelas yang terdapat di dalam Panti Asuhan St. Athanasius di mana tawanan itu dikurung. Berdiri diruangan yang gelap, Malaikat itu menatap sosok yang meringkuk dan pura-pura tidur di dalam penjaranya, dan terkagum-kagum betapa kadang besi sederhana itu dapat memuat kejahatan yang begitu besar. Verchiel ingin menghancurkan tawanan itu. Sangat ingin.

"Apakah aku begitu menariknya?" tanya tawanan itu dari kandangnya. Dia perlahan-lahan bergerak menuju posisi duduk. "Rasanya, kita tidak bertemu sesering ini ketika kita masih tingal di Surga." Verchiel merinding tempat tinggalnya yang dahulu disebut-sebut; telah begitu lama waktu berlalu.

Aaron, Camael dan Gabriel si anjing labrador sedang mengikuti ketiga malaikat tadi. Johiel, sang malaikat terbuang berusaha menghubungi sang kekuatan dengan tanpa berfikir panjang, Johiel berfikir bahwa kekuatan akan menunjukkan belas kasih kepada dirinya. Namun, dia telah sangat lelah hidup dalam ketakutan; tekanan awan mendung terus-menerus menggantung di kepalanya, tanpa tahu kapan hidupnya berakhir. Ketika Johiel hampir mencapai jalan raya, tanah di depannya tiba-tiba meledak. Johiel terpogoh-pogoh bangit dan berbalik untuk melihat dua malaikat yang berpakaian amat rapi dan tersenyum berjalan di hutan menuju ke arahnya. 

"Aku punya informasi," kata Johiel, tiba-tiba merasa tidak yakin. Pikiran bahwa dia akan menghianati mereka yang pernah menyambutnya dalam lindungan mereka membuatnya gugup. "Aku tahu lokasi tempat yang kalian cari mati-matian selama ini, tapi belum berhasil kalian temukan."

***

Buku seri ke tiga dari the Fallen ini sangat menarik. Tidak ada perubahan yang signifikan di edisi ke tiga ini , Aerie, jika ditinjau dari cara menulis, hanya saja penulis lebih membubuhkan emotional seoason kedalam cerita ini.  Thomas membubuhkan romansa percintaan remaja pada novel Aerie, sehingga sangat menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan seri pertama , The Fallen dan seri kedua, Leviathan, Aerie lebih berwarna dan begitu banyak emotional-emotional yang dihadirkan oleh penulis, sehingga para pembaca tidak hanya disuguhkan dengan penggambaran Malaikat saja, tetapi juga melukiskan percintaan antara dua Nephilim muda serta ikatan persahabatan antar Nephilim, hal itu membuat pembaca tidak merasa bosan. 

Disamping romansa percintaan tadi, di Novel seri ke tiga The Fallen, Aerie, sekuel-sekual adrenalinnya lebih banyak dibanding The Fallen dan Leviathan. Kejadian saat pertarungan juga dipaparkan dengan sangat detail, maka dari itu para pembaca seperti tertarik kedalam perang tersebut dan ikut merasakan atmosfer pertempuran.  

Bukan hanya itu saja, novel Aerie ini juga agak menggelitik perut, menurut saya. Terdapat beberapa part yang sangat mengundang senyum terlukis di wajah para pembaca, termasuk saya. Di seri Aerie ini, Gabriel termasuk sangat aktif dalam berdialog, dan terkadang kata-kata yang dilontarkan oleh gabriel mengundang tawa juga. :D.. ehhe, dibandingkan dengan seri The Fallen dan Leviathan. Thomas E. seniogaski, di buku seri ke tiganya ini sangat berimprofisasi, penulis menghadirkan karakter baru, malaikat dengan senjata pistol, tidak seperti malaikat lainnya yang menggunakan trisula, pedang atau tombak. menurut saya hal itu sangat keren...

Aerie terlihat menarik dengan cover yang menampilkan gambar gereja dan pilar-pilar kokoh yang menjulang. Gradasi warna hitam di pokok kiri atas menambah dramatis cover Aerie. Dibagian bawah terdapat malaikat memakai baju warna merah, tapi alangkah lebih baik jika gambar malaikat itu ditiadakan saja. but... guy's.. overall buku ini sangat menarik untuk dibaca..<(^_^)>

Aerie by Thomas. E Sineogaski, sekali lagi dapat menemani saya dalam kekosongan. Bacaan yang sangat seru, dan penuh emosi, serta berkelas. I recomend it for you guy's.. kalian harus baca Aerie. SELAMAT MEMBACA... 6(^_^)9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar