Penulis : Christopher Paolini
Penerjemah :Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Februari 2009
Jumlah Halaman : 864 Halaman
ISBN : 979-22-4354-2
" ....Aku hanya bisa memberikan nasihat, dan mengajarimu apa yang bisa kuajarkan sekarang sementara aku masih ada di sini... Putraku. Apapun yang terjadi pada dirimu, ketahuilah bahwa aku menyayangimu, begitu pula ibumu. Semoga bintang-bintang menyinari jalanmu, Eragon Bromsson..."
Eragon dan naganya, Saphira, berhasil bertahan hidup setelah pertempuran kolosal melawan para prajurit kekaisaran di Dataran membara. Namun masih banyak yang harus dihadapi sang Penunggang dan naganya ini.
Eragon harus menyelamatkan Katrina, kekasih Roran, dari cengkraman Raja Galbatorix, sesuai janijnya pada abangnya itu. Tetapi kaum Varden, elf, dan kurcaci pun membutuhkan bantuan sang Penunggang.
Ketika keresahan melanda para pemberontak dan bahaya mengincar dari segala arah. Eragon harus mennetukan pilihan-pilihan yang akan membawanya ke seluruh penjuru Kekaisaran, bahkan lebih. Pilihan yang bisa saja memaksanya melakukan pengorbanan yang tak terbayangkan.
***
Setelah Eragon bertemu dengan abangnya, Roran. ia berjanji, bersama-sama mereka akan membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac. Mereka pun memulai misi penyelamatannya. Eragon dan Roran pergi ke saran Ra'zac, Dras-Leona. Mereka terbang, menunggang Saphira agar perjalanan mereka cepat, karena kaum Varden juga membutuhkan Eragon dan Saphira. Singkat cerita, Eragon dan Roran berhasil menyelamatkan Katrina. Tetapi pada saat mereka menyelamatkan Katrina, Eragon menemukan Sloan dengan keadaan buta, ia memutuskan untuk menyembunyikan keberadaan Sloan agar tidak terjadi pertikaian yang semakin memperumit keadaan perang. Eragon memantrai sloan agar tertidur dan memberitahu Roran serta Katrina bahwa Sloan telah meninggal. Setelah itu, Eragon menyuruh -dengan paksa- Saphira membawa Roran dan Katrina menuju kaum Varden tanpa membawa dirinya, karena ia ingin meyelesaikan perkera mengenai Sloan. Setelah ia membawa Sloan keluar kota Dras-Leona, ia menyihir Sloan agar ia berjalan menuju tempat para elf disertai mantra-mantra lainnya agar ia selamat sampai tujuan. Dan Eragon kembali ke Kaum Varden.
Karena pada pertempurn di Dataran membara, para kurcaci kehilangan Raja mereka, Hortgar, para kurcaci memutuskan untuk melakukan pemilihan Raja yang baru. Nasuada, sebagai Pemimpin kaum Varden yang baru, menggantikan ayahnya yang meninggal, Ajihad, Memerintahkan Eragon untuk ikut serta dalam pemilihan Raja baru kaum kurcaci. Pada suatu hari, saat Eragon berjalan-jalan di labirin Farthen-Dur yang dibuat oleh para kurcaci pada masa lalu, ia diserang oleh sekelompok knurlaf, dan knurlaf ini melanggar budaya para kurcaci, bahwa tamu harus di pelakukan secara terhormat dan kesopanan yang tinggi. Eragon memberi tahu Orik, yang sekarang menggantikan Hortgar sebagai ketua klan, Orik mulai meyelidiki siapa dibalik penyerangan terhadap Eragon ini, dan ia menemuka bahwa Vermund yang otak dibalik penyerangan terhadap Eragon. Akhirnya Vermund, beserta anggota klannya di kucilkan oleh anggota klan yang lain. Akibat insiden penyerangan terhadap Eragon, dan pengucilan Vermund atas usulan Orik, untuk sementara suara dan simpati berbalik menghadap Orik. Ketika pemungutan suara untuk menentukan Raja Kurcaci yang baru, Orik sebagai perwakilan klan Durgrimst Ingeitum terpilih untuk menjadi Raja kurcaci yang baru.
Setelah bergelut dengan para kurcaci dalam pemilihan Raja yang baru, Eragon kemudian terbang menuju Ellesmera, kembali untuk menemui gurunya, Si Utuh yang cacat. Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi otak Eragon, tidak sabar untuk dilemparkan untuk gurunya itu. Keputusannya untuk menemui Oromis dan Glaedr -Guru mereka- ternyata merupakan keputusan yang tepat. Eragon dan Saphira akhirnya mengetahui rahasia keuatan Raja Galbatorix, yaitu Eldunari, Jantung dari Jantung, terdapat di dalam tubuh naga. Dengan Eldunari, Raja Galbatorix dapat meningkatkan kekuatannya karena menyerap energi naga yang terakumulasi dalam Eldunari tersebut. Eragon juga mengetahui siapa Ayahnya yang sebenarnya, ternyata apa yang dikatakan Murtagh, bahwa Morzan adalah ayah mereka tenyata salah, walaupun Murtagh benar bahwa mereka satu ibu, yaitu Selena. Ayah Eragon yang sebenarnya adalah Brom, seorang pendongeng tua dan Penunggang Naga yang menemani Eragon dalam perjalanannya, dan meninggal pada saat mereka di Dras-Leona, memburu Ra'zac. Eragon juga akhirnya mendapat pedang yang sangat menginginkannya. Rhunon, elf waniat sang pengrajin pedang membuatkan Eragon pedang, dengan cara yang tidak biasa agar tidak melanggar sumpahnya, yaitu menggunakan tubuh Eragon sebagai perantara untuk menempa dan membentuk pedang Eragon. Eragon menamakan pedang itu Brisingr dan ketika Eragon menyebutkan nama pedangnya, pedang itu mengeluarkan api biru yang mengangumkan. Tidak ada yang bisa mnejelaskan mengapa terjadi demikian, bahkan Rhunon tidak mengetahui pasti mengapa pedang Eragon mengeluarkan api.
Eragon akhirnya meninggalkan Ellesmera, kota para kurcaci bersama Oromis dan Glaedr, mereka berpisah saat mereka telah mencapai perbatasan, Oromis dan Glaedr menuju Gil'ead sedangkan Eragon menuju Fainster, membantu para pejuang Varden untuk merebut kota itu.
***
Brisingr, judul novel ini diambil dari nama pedang Eragon yang di buat oleh Rhunon. Pada Buku Warisan ke tiga ini, Brisingr tidak kalah menarik dengan buku warisan pertama (Eragon) dan buku warisan ke tiga (Eldest). Plot Brisingr juga disusun dengan sangat rapi. Kaitan antar plot sangat menarik dan menghidupkan suasana di dalam otak kita saat membaca.
Novel ini juga terdapat dialog-dialog cerdas yang dilontarkan Saphira dan Eragon. Cristopher Paolini lebih banyak berimprofisasi lagi dalam novel buku warisan ke tiga ini. Seperti Paolini, sangat tegas menggambarkan sistem Kerajaan kurcaci, yang bercorak Kerajaan tetapi memiliki sistem pemerintahan Demokratis. Sangat brilian. Tidak hanya itu, kecerdasan Paolini menghadirkan ketegangan di dalam cerita itu.
ide-ide yang diselipkan oleh penulis juga sangat bagus, tidak dapat ditebak, tetapi tidak membosankan. Setiap petualangan Eragon yang dijejalkan ke dalam tiap bab selalu sukss membawa decak kagum di mulut para pembaca. Brisingr, buku ke tiga siklus warisan sangat spektakular.
Cover Brisingr kembali lagi, tidak ada bedanya dengan dua buku warisan pendahulunya, masih tetap simple, tetapi juga masih menarik. Mungkin pembahasan tentang cover akan hanya sampai pada Buku warisan ke tiga ini, karena saya yakin buku keempat pun akan tidak menampakan perbedaan signifikan dari segi cover.. heheheh..
soo.. well.. buku Brisingr sangat menakjubkan untuk dibaca, jangan lewatkan buku warisan ke tiga ini, membaca Eragon dan Eldest tanpa melanjutkan ke Brisingr hanya akan menjadi kehampaan di otak klalian... lagi pula Brisingr sangat menghibur dan menggelitik imajinasi kita untuk terbang ke langit ke tujuh, membayangkan sesuatu yang mustahil, melepaskan sejenak dari kepenatan.. so this is recomended for u guys...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar