Penulis : Christopher Paolin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 751 Halaman
ISBN : 979-22-1718-5
"Kegelapan turun..."
"Pedang beradu indah..."
"kejahatan menang..."
Eragon dan naganya, Saphira, berhasil menyelamatkan para pemberontak dari Raja Galbatorix, penguasa kejam Kekaisaran. Sekarang Eragon harus pergi ke Ellesmera, negeri para elf, untuk mempelajari lebih dalam ilmu sihir dan ilmu pedang, keahlian utama Penunggang Naga. Perjalanan yang luar biasa itu membuatnya sampai di banyak tempat yang memikat dan menemui orang-orang yang menakjubkan. Setiap hari merupakan petualangan baru. Namun kekacauan dan penghianatan menghantuinya, Eragon jadi tidak tahu siapa yang bisa dipercayainya.
Sementara itu, sepupunya Roran kembali harus menghadapi pertempuran di Carvahall - pertempuran yang menyebabkan Eragon berada dalam bahaya yang lebih besar lagi.
Apakah tangan penuh darah sang raja akan menghantam semua usaha untuk melawannya? Eragon kali ini mungkan takkan berhasil meloloskan diri, biarpun eragon mengorbankan nyawanya.
***
Tiga hari setelah para urgal menyerang kediaman Kurcaci, Eragon, Saphira, Arya -Elf- dan Orik utusan Raja Kurcaci Hortgar, bersama-sama melakukan perjalanan ke Ellesmera, begitu banyak rintangan yang mereka lalui untuk sampai di Ellesmera. Sebelum mereka berangkat ke Ellesmera, Raja Kurcaci mengadopsi Eragon sebagai salah satu anggota keluarga dari klannya.
Sesampainya di Ellesmera, para elf mengantar Eragon ke tempat ia bisa bertemu dengan gurunya, Si utuh yang cacat. Betapa kagetnya ia dan Saphira, ketika mengetahui bahwa Si utuh yang cacat-guru mereka- adalah seorang Penunggang Naga, penunggangnya bernama Oromis dan naganya bernama Glaedr. Oromis dan Glaedr mengalami sakit akbiat luka-luka lama yang menyebabkan mereka tidak bisa bertarung, itulah alasan mengapa mereka tidak pernah menampakkan diri ke dunia luar, mereka ingin bertahan hidup untuk mewariskan segala tentang Penunggang Naga kepada Penungga Naga yang baru. Eragon menemukan berbagai sensasi baru ketika ia berada di Ellesmera, dan ia juga menyadari bahwa betapa ia mencintai Arya, Putri rati Izzalandi.
Sementara itu, Roran, sepupu Eragon, mengalami petualangannya sendiri. Ra'zac dan sekelompok prajurit dikirim oleh Raja Galbatorix untuk menangkap Roran untuk memancing Eragon. Akan tetapi Roran berhasil kabur dan bersembunyi di Pegunungan Spine.
Roran dan beberapa penduduk desa berniat mengusir Ra'zac dan prajurit-prajurit itu. Dalam usaha mereka, banyak penduduk desa yang terbunuh karenanya. Dalam situasi yang genting itu, Sloan melakukan penghianatan. Ra'zac menculik Katrina, tunangan Roran, serta Sloan, mereka dibawa menuju tempat persembunyian Ra'zac. Roran sangat sedih akan hal itu, Ia pun Bertekad menyelamatkan Katrina dan mengkomandoi seluruh penduduk desa untuk ber-migrasi menuju Surda, karena itulah satu-satunya tempat ter-aman bagi mereka dan Roran dapat menemukan cara untuk menyelamatkan Katrina.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Ellesmera, Eragon bergegas terbang menuju Kaum Verden yang tengah siap untuk berperang. Dalam peperangannya, Eragon terkejut melihat ada Penunggang Naga yang lain. Penunggang Naga tersebut membantai prajurit dan membunuh Raja Kurcaci Hortgar, pukulan telak bagi Kaum Kurcaci. Eragon dan Saphira bertarung melawan Penunggang Naga itu, ketika ada kesempatan, Eragon membuka helm sang Penunggang, Eragon terkejut setengah mati saat melihat wajah murtagh. Pertarungan kembali berlanjut, Murtagh dan Thorn - Naganya - mengalahkan Eragon dan Saphira, tetapi mereka diberi ampunan oleh Murtagh dan melepaskan sihir yang dilontarkan Murtagh ke Eragon dan Saphira.
Eragon dan Roran akhirnya bertemu setelah sekian lama takdir memisahkan mereka, Roran memberi tahu Eragon bahwa Katrina diculik oleh Ra'zac, dan ia ingin membebaskan Katrina, sang pujaan hatinya. Eragon pun berjanji untuk ikut membantu membebaskan Katrina dari tangan Ra'zac.
***
Novel ke dua dari Siklus Warisan ini, Eldest, sangat menarik. Buku ini melanjutkan petualangan Eragon, Tokoh utama dalam siklus warisan ini, dalam memerangi Raja Galbatorix yang jahat. Dalam buku ke dua ini, Penulis menambahkan rangakaian plot yang tidak di duga oleh pembaca. Christopher Paolini dalam Buku pertamanya seperti menyuruh kita membuat suatu argumen tentang kejadian selanjutnya, dan pada buku ke dua ini, Eldest, seakan-akan Paolini meluruskan argumen yang salah dari kita pada saat membaca buku pertama, Eragon. Seperti pada saat Angela meramalkan Eragon akan terjadi penghianatan oleh Saudaranya sendiri, sebelum kita membaca Eldest, pasti kita akan berfikir bahwa yang akan menghianati Eragon adalah Roran, sepupunya, ternyata dugaan itu salah, dan diluruskan di dalam Buku siklus warisan yang ke dua ini.
Eldest, plotnya sangat cerdas dan inovatif, tidak monoton dan tidak mudah ditebak. Buku ini memberikan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan yang ada pada buku warisan pertama, tanpa menghilangkan pertanyaan itu sendiri. Buku ini memberi kita jawaban, setelah itu membrikan kita pertanyaan baru lagi, sehingga kita semakin penasaran akan kejadian selanjutnya. Begitu banyak misteri.. hihihihi <(-__-)>
Penulis juga memberikan tambahan plot yang sangat cemerlang, yaitu ketika Eragon menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Arya, tetapi menurut saya, plot ini cukup membosankan, kerena kita sudah bisa menebaknya pada buku warisan pertama. Dan sangat klasik menurut saya...
Selain plot-plot yang menarik telah di hadirkan dalam novel ini, Eldest, penggambaran akan suasana perang semakin nyata, dan banyak tokoh-tokoh baru yang menyita perhatian kita yang dihadirkan oleh penulis, seperti Oromis dan Glaedr, Ratu Izzalandi dsb. Latar dari tiap petualangan yang dilakukan oleh Eragon juga semakin fariatif, seperti pada saat perayaan sumpah darah, hal yang sangat menarik pada latarnya yaitu pohon menoa, betapa cerdiknya penulis menghadirkan pohon Menoa yang disebut sebagai pusat dan ibu dari hutan, penggambar akan Menoa sangat imajinatif.
Cover dari Eldest ini tidak banyak perbedaan dengan cover Eragon, keduanya hampir mirip, yang membedakan hanyalah ada beberapa sisik Eldest yang dibuat mengkilap dan bercahaya ketika terkena cahaya, selain itu tidak ada yang beda. but over all buku ini sangat menakjubkan dan menacing daya imajinasi kita lebih bergolak.
yuppyy.. guys, buku ke dua dari siklus warisan, Eldest sangat menghibur, sekali lagi buku ini dapat mengalihkan saya dari kejenuhan akan aktifitas kuliah, serta merefresh otak saya dari sekelumit tugas.. hehehe <(^_^)>, it's recomended for you guys...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar